Latest Post

Cara Memelihara Anakan Ayam Serama



Ayam Serama adalah ayam yang dipercaya berasal dari Negeri tetanga Malaysia. Salah satu keunikan ayam ini adalah dapat berdiri tegak layaknya seorang prajurit dan berjalan megal megol layaknya seperti artis, sehingga membuat orang yang melihatnya akan tertawa dan terpikat dengan kegagahannya.

Cara beternak  serama yang baik harus dilakukan dengan intensif. Mulai dari pemberian makanan dapat menggunakan pakan dedak setiap hari dan diberikan sedikit minuman vitamin. Juga harus terlindung dari hujan,ayam ini juga mudah sekali terkena penyakit. Merawat ayam serama tidaklah sulit asalkan kita memperhatikan aspek kebersihan serta pemberian makanan yang bagus dan teratur.

Umur 1 - 3 hari
Anak ayam dapat bertahan tanpa makanan dan minuman selama tiga hari. Apabila anak ayam serama ditetaskan dengan menggunakan inkubator, biarkan selama 48 jam untuk mengeringkan bulunya. Kemudian ayam tersebut dapat dipindahkan ke dalam kotak kayu / kandang khusus yang dilengkapi dengan alat pemanas biasanya menggunakan lampu bohlam 15 watt untuk menjaga suhu anak ayam yang masih baru menetas.

Umur 4 – 75 hari
Kotak kayu dapat menampung ayam umur 3 hingga 90 hari. Berikut ini adalah peralatan yang diperlukan :

1. Sumber panas selama 24 jam
Lampu bohlam 10 hingga 15 watt harus dinyalakan selama 24 jam. Bohlam digantung agak tinggi dari kepala anak ayam. Ini untuk menghindari pancaran cahaya secara langsung kepada mata ayam. Pancaran cahaya yang berlebihan akan mengakibatkan stress pada mata dan masalah - masalah lain pada anak ayam.

2. Lantai
Alasi lantai kotak / kandang dengan beberapa helai kertas koran. Saat membersihkan kandang, buang saja lapisan yang ada di atas. Lapisan yang bawah masih bisa digunakan untuk hari berikutnya. Jangan gunakan kertas yang keras dan licin. Ini berbahaya untuk kaki anak ayam. Jadi gunakanlah kertas yang lembut dan tidak licin.

3. Tempat makanan dan minuman
Anda bisa membuatnya sendiri. Gunakan botol mineral yang bentuknya persegi berukuran 0.5 liter (500 ml). Makanan dan minuman yang dijual di toko hewan / pets shop juga bisa digunakan. Tetapi harus disesuaikan dengan tinggi dan perkembangan anak ayam.

4. Kebersihan
Lebih bersih tempat ayam akan lebih sehat anak ayam anda. Jagalah kebersihan kotak tersebut sebersih mungkin. Pembuangan kotoran dan koran yang bdigunakan harus dilakukan setiap hari. Bekas air minum yang digunakan harus dicuci setiap dua hari sekali. Ini bertujuan untuk menghindari jangkitan penyakit. Makanan dan minuman harus diganti setiap hari.

5. Bentuk kotak kayu / kandang
Biasanya kandang yang digunakan kandang yang dapat dibeli di pet shop. Biasanya yang digunakan adalah kandang kucing.

6. Berjemur dan bermain pasir
Bila anak ayam sudah mencapai umur satu setengah bulan dan seterusnya, anda boleh membiarkannya berjemur. Ini dapat menyehatkannya di samping pancaran matahari dapat membunuh bakteri yang ada di celah-celah bulunya. Berjemur juga dapat merangsang pertumbuhan tulang anak ayam.

Lebih dar 75 hari

Apabila anak ayam sudah membesar, anda harus mengganti alat yang digunakan untuk merawat anak ayam.

1. Sumber panas
Tukarkan lampu bohlam 15 dengan 5 watt. Karena anak ayam yang berumur dua setengah bulan sudah mempunyai banyak bulu. Bulu-bulu ini akan keriting bila suhu terlalu panas.
2. Tempat makanan dan minuman

Ayam serama yang semakin besar akan membutuhkan makanan yang lebih dibanding dengan anakan yang kecil, anda perlu mengganti tempat makanan menjadi yang lebih besar sesuai dengan tinggi dan perkembangan serta nafsu makan anak ayam. Pengawasan yang teliti terhadap makan dapat menentuan ukuran terbaik bagi anak ayam tersebut.
 

Waspada Penyakit Pada Ayam Serama


Agaknya tantangan terbesar hobis serama adalah penyakit. Bukan hanya serama, semua hobi binatang adalah penyakit. Entah penyakit fatal seperti flu, snot atau cedera otot (turun urat), atupun penyakit yang hanya menggangku penampilan ayam seperti kutu, kutil, koreng, dan sejenisnya. Keindahan serama adalah penampilannya, sehingga klo serama tidak berpenampilan prima akan susah menikmati keindahanya. 
 
Dalam kontes kebugaran serama adalah harga mutlak untuk bisa tampil prima. Dan kebugaran ayam tidak akan tercipta klo ayam tersebut sedang sakit.Selain penghobi, peserta kontes,peternak pun wajib hukumnya menjaga serama tetap bugar dan fit. Hak ini dikarenakan keberhasilan dalam beternak juga ditentukan oleh kesehatan ayam.
 
1. Sakit Pada Mata
 
Penyakit yang juga kerap menyerang ayam serama akibat kondisi kandang yang kurang bersih adalah sakit mata. Mata yang sakit biasanya bengkak atau biasa di sebut snot. 
 
Pisahkan ayam lalu simpan di kandang karantina karena dikhawatirkan akan menular ke ayam lain. Untuk mengobatinya bisa gunakan obat tetes mata yang beredar dipasaran seperti visto, insto,Xendocetron dan sejenisnya. Hal ini dilakukan rutin setiap pagi dan malam hari. Sebelum di tetesin obat mata bersihkan dahulu mata ayam yang sakit.
 
Penyakit ini cukup ganas,dan sulit disembuhkan. Sebagian besar penderita mengalami kematian atau cacat mata permanen, sehingga pencegahan adalah sesuatu yang mutlak dilakukan. Menjaga kebersihan kandang, menghindari kontak dengan ayam lain yang sakit dan menjaga kondisi ayam agar selalu prima.

2. Flu
 
Flu burung menjadi momok yang menakutkan bagi para hobis dan peternak unggas. Sama halnya dengan  penyakit mata, penderita penyakit ini fatal akibatnya. Itulah sebabnya para peternak melakukan berbagai upaya mencegah wabah itu menerjang sang klangenan. Flu biasanya rentan menyerang saat musim hujan dan musim panas. Namun kasus banyak terjadi pada musim hujan, ketika cuaca dingin dan kelembapan udara tinggi. Pada kondisi itu organisme penyebab penyakit berkembang biak lebih cepat. 
 
Gejala ayam yang terserang flu dapat dikenali dari jenggernya (warna jengger berubah menjadi kebiruan, ayam menyendiri dan ayam terlihat murung. Maka sebaiknya pesahkan dari kandang dan tempatkan dikandang khusus karantina. Setelah itu berikan antibiotik dan obat flu untuk unggas yang tersedia dipasaran seperti tetra-chlor, Timaflu, dan sebagainya. Obat tradisional yang bisa digunakan adalah temulawak campur bawang merah ditumbuk. Membetian extrafooding seperti jangkrik,telur rebus-putihnya aja, atau madu bisa meningkatkan haya tahan ayam. 
 
Sebetulnya cara terbaik mencegah ialah saat mulai memelihara serama dengan memberi vaksinasi secara berkal dan suplemen yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh serama, selain itu penyemprotan kandang dengan antiseptik juga diperlukan untuk mencegah banteri tumbuh di kandang ayam. Antiseptik yang beredar dipasaran seperti Antisep, Rodalon, Neo Sanipet dan sebagainya. Jika dirasa terlalu memberatkan atau mungkin susah dicari bisa dengan air deterjen (himbauan dari Kementerian Pertanian).
 
3. Cacing Tambang
 
Kandang yang tidak terjaga kebersihanya dapat membuat serama rentan terkena cacingan. Gejala cacingan dapat dilihat dari nafsu makan yang berkurang. Ketika diberi makan, ayam yang terserang cacingan biasanya diam atau hanya sesekali mematuk pakan. Selain itu jengger ayam terlihat kucam tidak cerah, serta pada beberapa ayam matanya berair. Segera berikan obat anti cacing untuk unggas yang beredar di pasaran. Beberapa peternak di Malysia memberikan herbal anticacing yang terbuat dari serbuk biji pinang yang dicampur dengan bahan herbal lain. Obat itu dijual toko-toko penyedia sarana prodksi ternak disana. Obat diberikan hanya sekali. Bila kondisi ayam belum membaikdalam beberapa hari, obat diberikan kembali.
 
 
4. Kutu dan Kutil 

Seperti halnya manusia, menjaga kebersihan tubuh ayam serama sangatlah penting agar terhindarbdari serangan penyakit. Kaki serama yang pendek membuat sayap kerap menjuntai ke lantai kandang sehingga rentan kotor. Jika dibiarkan dapat merusak penampilan serama. Ujung bulu yang mestinya menyatu menjadi pecah-pecah. Kotoran yang menempel pada bulu juga bisa mengundang penyakit. Itulah sebabnya serama mesti rutin dimandikan.
 
Penyakit yang sering terjadi adalah kutil. Penyakit ini biasa disebabkan kondisi kandang dan ayam tidak bersih. Ada sebagian yang percaya bahawa penyakin ini disebabkan oleh nyamuk, walau belum terbukti secara mutlak. Cara pengobatannya sederhana, cukup diolesin Bethadin, salem 88, daktarin atau sejenisnya.
 
Selain itu, ayam serama sangat rentan pada penyakit kutu. Walau jarang sekali berakibat fatal, namun serangan kutu menyebabkan serama tidak menampilkan karakter keindahannya jika kutu menyerang, dalam level parah ayam bisa kena borok. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan menyemprot dan memandikan ayam dengan antiseptik, sampo anti kutu untuk kucing/anjing/burung. Karena kutu ini mudah dan cepat berkembang biak, sering kali hobis/peternak mengambil langkah yang sedikit beresiko dengan minyak kayu putih atau kapur ajaib.
 
5. Berak Kabur
 
 Berak kapur adalah penyekit yang sering ada dalam ayam serama, bahkan unggas lainnya. Namun kehadirannya nyaris tidak pernah di gubris oleh hobis/peternak. Hal ini karena tidak menunjukkan kejanggalan pada tingkah laku ayam. Namun dalam studium kronis penyakit ini sangat mematikan dan sering disebut dugal. Penyakit ini disebabkan oleh kotoran yang termakan kembali oleh ayam, atau karena pencernakan tidak lancar. Merupakan penyakit menular pada ayam yang dikenal dengan nama berak putih atau berak kapur (Bacil White Diarrhea).
 
Cirinya adalah berak ayam berwarna putih layaknya kapur. Cara mencegahannya adalah dengan selalu menjaga pakan ayam dan kondisi kesehatan ayam. Klo sudah terlanjut terjangkit bisa disembuhkan dengan obat-obatan unggas seperti Therapy.  

6. Otot terkilir (Turun Urat)
 
Ini bukan penyakit, namun karena salah urat atau keseleo pada ayam. hal yang paling menonjol dari ayam serama adalah keindahannya. Lempar sayap, tarik kepala kebelangang, jinjit, kepakan sayap, otot ekor pun ijut ngejang. Begitu banyak otot ayam yang bekerja saat bergaya, hal inilah yang mengakibatkan ayam serama paling sering cedera atau sering dikenal dengan turun urat. Sayang belum ada obat yang ampuh untuk masalah ini, sehingga pencegahan adalah hal yang paling kungkin dilakukan.
 
Pencegahan yang mutlak adalah sering mengumbar ayam dan jangan terlalu lama di sekap dalam box (kiza). Pemijatan juga boleh dilakukan untuk menjaga fitalitas otot-otot pada ayam.
Perlu diwaspadai bahwa semakin tarik-selam ayam resiko juga semakin tinggi untuk menderita cedera. banyak karus ayam jawara mati setelah urat lehernya keseleo. Jawara tidak bisa kawin karena urat kaki, gak bisa ditekuk atau staigh terus. betina tidak bisa bertelur karena pingulnya terkilir.
 

Si Mungil Ayam Serama







Gambaran ayam serama yang mungil memang pas. Lihatlah ukuran ayam serama hanya sekepalan tangan orang dewasa. Bobot jantan dewasa 350 g dan betina, 300 g dengan tinggi sekitar 15 cm, sehingga ayam serama disebut sebagai the smallest bantam chicken alias ayam kate terkecil di dunia.
Penampilan ayam serama sungguh memikat. Lihat saja, ketika berdiri tegak, dada tampak membusung dan sayap tegak lurus. Kepala tegak, bahkan melengkung ke belakang menyentuh ekor yang mengembang lurus. Jantan mirip Arnold Scwazenegger, aktor laga Hollywood atau Bruce lee, bintang film asal Hongkong, sedangkan betina seperti bintang bomsex Dolly Parton. Ayam serama diciptakan oleh Wee Yean Een, warga Kelantan, Malaysia. Ayam ini hasil silangan ayam kate jepang dan ayam lokal Malaysia yang sudah diseleksi selama 10 tahun.


ayam-serama-ayam-mungil


Nama serama diambil dari tokoh pewayangan, Sri Rama.Yang istimewa pada ayam serama adalah kemampuan untuk mengawini cukup tinggi. Pada umur 2 bulan saja sudah belajar mencumbui lawan jenisnya. Tanpa basa-basi ia langsung menaiki betina meski tidak terjadi penetrasi. Sayang, lantaran sosok kecil kemampuan bertelur minim. Daya tetas pun cukup rendah.
Ayam serama mudah dipelihara. Pakannya sedikit terdiri atas campuran konsentrat, jagung. dan dedak, 2:3:5 yang diberikan sehari 2 kali. Sesekali ayam serama dimandikan dengan sabun mengandung disenfektan supaya bulunya mengkilap dan terhindar dari kutu. Berikutnya menjemur setiap pagi, pukul 09.00 selama 1-2 jam. Ayam serama juga butuh dilatih apalagi bila hendak diikutkan ke kontes. Latihannya sederhana: lepaskan ayam serama di atas meja pajang, lalu biarkan ia berjalan-jalan ke sana ke mari yang secara tidak langsung membentuk mental dan gaya berjalannya.
 

Sejarah Ayam Serama ( tercela )






Sebenarnya tidak ada bukti catatan yang secara tertulis yang menjelaskan asal usul ayam yang dikategorikan sebagai terkecil didunia ini. Namun begitu, Ayam Serama dikatakan merupakan hasil rekayasa dan penyilangan baka seorang peminat ayam dari Kelantan malaysia yaitu Wee Yean Een. Pada tahun 1971, beliau menyilangkan Ayam Kapan dengan ayam Modern Game Bantam.
Ayam Kapan dipilih karena dianggap memiliki sayap lurus ke bawah yang menyentuh tanah. Sedangkan Ayam jenis Modern Game Bantam memiliki postur badan tegap dengan leher panjang dan tertarik ke belakang yang membentuk huruf S. Pada tahun 1973 Wee Yean Een menyilangkan keturunan pertama hasil silangan antara ayam kapan dan Modern Game Bantam dengan ayam sutera (Silkie Bantams). Penyilangan ayam tersebut akhirnya melahirkan ayam sutera berpostur badan kecil.

Nampaknya Wee Yean Een masih tidak puas dengan hasil persilangan tersebut. Kemudian dia seterusnya menyilang keturunan kedua ayam tersebut dengan Ayam Kate Jepang. Ayam Kate Jepang ini mempunyai warna bulu yang cantik dan berkilat serta bentuk ekor yang berdiri tegak. Sampai pada tahun 1988, dia akhirnya berhasil menghasilkankan ayam dengan berat tubuh kurang dari 500 gram.

Kemudian Wee Yean Een memberi nama “Seri Rama” atau lebih dikenal "Serama" kepada ayam berbadan mungil itu kerana ayam tersebut memiliki gaya dan penampilan yang gagah seperti Sri Rama sebaaimana dalam kisah Ramayana. Namun begitu, kebenaran dari cerita ini tidak dapat dipastikan. Mungkin dari kita pernah mendengar versi lain mengenai  Asal Usul AYAM SERAMA diantaranya:

  • Dipercayai berasal dari Kelantan.
  • Dipercayai hasil silangan berbagai burung eksotik, termasuk burung hutan.
  • Dinamakan serama berasal dari nama Seri Rama dan pada mulanya adalah hewan peliharaan di istana
  • Umur yang panjang dari ayam serama ini yang menurut cerita mampu berumur 7 hingga 15 tahun
  • Memiliki berat terkecil di dunia, dimana berat ideal dari ayam serama ini adalah 500 gram ke bawah.
  • Ciri lain yang istimewa adalah ekor yang lentik, berdada tegak dan kepak lurus ke bawah.
  • Mempunyai beragam warna. 
  • Ayam serama adalah hewan yang jinak dan sangat mengenali tuannya.
  • Ayam ini mempunyai tingkah laku yang menarik seperti berjalan mengundur ke belakang. 
Lalu apa yang menarik dari Ayam serama?

Kriteria penilaian untuk seekor ayam Serama adalah :
  1. Jenis – Ciri utama dari ayam serama ini adalah kepala melunjur ke belakang, bagian belakang pendek, dada membusung dan ekor lawi yang panjang.
  2. Tingkah Laku – Kelihatan gagah, sombong, berani dan yakin. 
  3. Ekor – Memiliki ekor yang indah serta memiliki ekor yang disebut lawi 2 buah yang berdiri tegak dan tinggi. 
  4. Sayap – Ketika berdiri tegak sayap ayam serama sedikit menghadap ke belakang dan ujung sayap sedikit menyentuh lantai.
  5. Badan – Tegap dan bulat. Dada ayam serama lebih luas dari bagian belakang apabila dilihat dari atas. Bila dilihat dari tepi, badan berbentuk menyerupai huruf V. Belakang ayam pendek dan lebar di bagian bahu.
  6. Kaki – Tidak begitu rapat dan sejajar. Memiliki postur kaki yang lurus panjang yang seimbang dengan ukuran sayap. Paha berotot.
 

Pembagian Kelas Dalam Kontes Ayam Serama

Pembagian kelas dalam lomba atau kontes ayam serama dapat terdiri dari 9 kelas yakni kelas dewasa grade A, kelas dewasa grade B, kelas betina dewasa, kelas dewasa tanpa lawi, kelas jantan muda, kelas betina muda, kelas jantan muda, kelas betina muda, dan kelas anakan. Mengenai jumlah kelas yang dibuka dalam suatu kontes bergantung dari minat dan kesiapan peserta, sehingga pada setiap kegiatan kontes jumlah kelas yang dilombakan akan berbeda di setiap tempat.
1. Dewasa Jantan Grade A
Acuan kriteria yang digunakan untuk kelas ini, adalah usia ayam sudah dewasa, tampak dari fisik ayam dengan tumbuhnya bulu pedang (lawi) secara maksimal dan berat ayam kurang dari 360 gram. Kelas ini sering disebut juga dengan Kelas Utama, merupakan kelas paling bergengsi di arena kontes ayam serama.
2. Dewasa Jantan Grade B
Acuan kriteria yang digunakan untuk kelas ini, adalah usia ayam sudah dewasa, tampak dari fisik ayam dengan tumbuhnya bulu pedang (lawi) secara maksimal dan berat ayam antara 360 – 540 gram. Kelas ini sering disebut juga dengan Kelas Madya. Ayam serama yang berlomba dikelas ini merupakan ayam yang memiliki karakter bagus tapi memiliki ukuran yang agak besar.
3. Dewasa Betina
Pada kelas ini di perlombakan betina-betina yang harus bergaya seperti layaknya serama jantan. hanya kolom criteria penilaian lebih sedikit dari pada kelas dewasa jantan.
4. Kelas Dewasa Tanpa Lawi
Pada kelas ini diperuntukkan bagi ayam serama yang tidak memiliki bulu pedang (lawi). Adakalanya ayam serama pada saat mabung (moulting) atau lepas bulu atau suatu sebab sehingga lawinya (ekor pedang) tanggal. Jika ayam diperlombakan di kedua kelas umum maka akan sulit bersaing dengan ayam-ayam lain yang memiliki lawi, karena lawi juga mendapat nilai saat kontes. Adakalanya kelas ini merupakan kelas paling ramai dikontes. Hal ini dikarenakan ayam-ayam jawara yang karena suatu sebab lepas lawinya masuk kelas ini. Sehingga tidak menutup kemungkinana ayam serama dari kelas ini dapat meraih Best on The Best di kontes.
5. Jantan Muda
Ayam serama muda yang belum maksimal postur tubuhnya, gaya dan penampilannya akan masuk di kelas ini. Namun tidak ada patokan baku berapa usia yang diijinkan untuk bisa masuk kelas ini menjadi polemik tersendiri. Beberapa panitia mengunakan metode hitung bulu ekor, ada juga yang melihat taji jengger dan sebagainya.
6. Betina Muda
Kelas betina muda ini sama dengan kelas jantan muda, bedanya hanya pada jenis kelamin.
7. Jantan Remaja Kasus dan dasar pemikiran sama seperti Jantan Muda, hanya Kelas Jantan Remaja usia ayam lebih muda dari Jantan Muda. Pada kelas ini keadaan ayam tepat setelah menanggalkan status anakannya. Ciri fisik yang tampak adalah munculnya kulit jengger di sekitar muka dan bulu rawis di leher dan pangkal ekor sudah tumbuh.
8. Betina Remaja
Kelas betina remaja ini sama dengan kelas Jantan Remaja, hanya beda jenis pada kelamin.
9. Anakan
Pada kelas ini biasanya paling banyak pesertanya di kontes serama. Pemain pemula umumnya banyak yang turun dikelas ini. Kelas anakan di bagi menjadi 6 kelas dengan mempertimbangkan usia dan dilihat dari ciri-ciri fisiknya seperti jengger dan bulu. Ada juga yang membedakan kelas ini berdasarkan berat badan ayam. Hal ini dilakukan untuk lebih akuratnya membagian kelas pada anakan serama, yang tidak ada ciri-ciri fisik yang menonjol yang disepakati pemain serama (jengger dan bulu pada masing-masing anak ayam tergantung genetik). Pengunaan kriteria pada kelas ini tergantung dari kebijakan panitia lomba tingkat lokal.
  • Anakan A jantan (usia 1-2,5 bulan atau dibawah 120 gram)
  • Anakan A betina (usia 1-2,5 bulan atau dibawah 120 gram)
  • Anakan B jantan (usia 2,5-3,5 bulan atau 121-160 gram)
  • Anakan B jantan (usia 2,5-3,5 bulan atau 121-160 gram)
  • Anakan C jantan (usia 3,5-5,5 bulan atau anakan lebih dari 161 gram )
  • Anakan C Betina (usia 3,5-5,5 bulan atau anakan lebih dari 161 gram)
 

Ciri Ayam Serama Ideal

Bagian Tubuh
Kepala dan jengger – Ukuran kepala kecil, proporsional dengan tubuh. Muka merah cerah dan bersih.Organ-organ yang ada di kepala seperti paruh, telinga, hidung, dan mata tidak cacat. Jengger, salah satu bagian penting dalam penilaian. Ukuran jengger tidak terlalu besar atau kecil (proporsional) dengan bentuk menyerupai lengkungan kurva. Posisi jengger tegak tidak miring, berwarna merah segar. Jumlah gerigi maksimal 5 dengan ukuran dan kedalaman seragam.
Ekor – Ukuran besar, vertikal dan tinggi. Bulu ekor utama panjang, melentik di penghujung dan berkembang seperti bentuk V.Lawi(ayam jantan) vertical 90o dan sedikit melentik kebelakang di saat terakhir. Ekor selalu terlihat mekar dengan bukaan 45o dari arah samping, atau menyerupai huruf A. Bulu-bulu yang menyusun ekor minimal berjumlah 6 helai dan dilengkapi bulu asuh minimal 5 helai. Posisi ekor lurus, tidak miring kekanan atau kekiri. Susunan antar bulu rapi menyerupai anak tangga dilihat dari ujung bulu. Kedudukan bulu pertama tegak keatas hamper membentuk sudut 90odan rapat ke bulu pedang (lawi). Tingginya melebihi kepala. Bulu pertama yang terlalu kedepan di nilai kurang baik.
Sayap – Ketika berdiri, sayap ayam dalam posisi vertikal tetapi sedikit membelok kebelakang. Ujung sayap bersentuhan sedikit dengan lantai. Dalam keaadaan berdiri normal, tidak jinjit, ujung sayap menyentuh jari-jari kaki. Posisinya mengarah kedepan sehingga tegak lurus ke lantai. Sayap yang menggantung mengurangi nilai. Semakin tinggi posisi menggantungnya, semakin banyak pengurangan nilainya. Bulu sayap juga tidak boleh ada yang tanggal, sobek, dan melintir.




 
Warna – Penilaian warna bulu tidak mempunyai patokan khusus. Namun, warna – warna langka cenderung dinilai lebih besar seperti putuh polos atau hitam solid. Seiring dengan perkembangan jumlah populasi, warna-warna cerah, rinting, mas, dan berpola spot – spot dibagian dada kian diminati.

Bulu - Khusus induk betina dan anakan poin bulu rendah karena ada yang sebaik warna bulu jantan. Bulu kemas atau rapat mempunyai nilai lebih karena mengesankan sosok ayam lebih kecil. Bulu kemas dicirikan dengan tulang-tulang halus, melekat erat ketubuh, tidak mengembang. Bulu yang terlihat mengkilap, rapi, bersih, tidak berkutu. Poin berkurang bila bulu disekitar dubur tampak rusak.

Badan – Tegap dan bulat. Dada ayam lebih luas dari bagian belakang apabila dilihat dari atas. Dari tepi, badab berbentuk V. Belakang ayam pendek dan lebar dibagian bahu. Perbandingan antara lebar tubuh dan tinggi berdasarkan tipenya: tubuh tipis 25%, tubuh ideal 40-50% dan tubuh bulat lebih dari 60%. Belakangan tipe tubuh tipis dengan dada menonjol lebih disukai karena mengesankan serama lebih mini. Dengan begitu pinggangpun akan terlihat lebih ramping.

Kaki – tidak begitu rapat dan parallel. Panjang sederhana dan seimbang dengan ukuran sayap. Paha berotot dan sederhana panjang. Taji dibagian tengah betis, keras, kecil dan menuju kebelakang kaki. Panjang kaki proporsional dengan tubuh. Tungkai kaki langsing dengan jari-jari yang lentik. Sisik dan kuku jari lengkap dan tidak cacat. Warna kaki selama ini tidak dinilai, yang penting serasi dengan warna bulu. Serama berbulu putih atau terang biasana berkaki kuning atau putih. Sedangkan ayam serama yang berbulu gelap, warna kakinya abu-abu atau hitam.

Lawi – Bagi serama remaja dan dewasa,ekor dilengkapi sepasang bulu pedang atau lawi. Semakin panjang bulu lawi emakin bagus.Serama size kecil 6-7 cm; size sedang dan besar 8-9 cm. Namun, bulu lawi harus keras sehingga berdiri tegak 90° mengikuti bulu ekor pertama. Posisi lawi melebihi 90°, kurang baik. Bentuk lawi lancip seperti daun ilalang, berujung runcing.
 

Tips Agar Induk Serama Tidak Suka Mematok Telur

Salah satu prilaku buruk dari induk serama betina adalah suka mematok / memecahkan telurnya sendiri saat dia baru saja bertelur. Jika prilaku ini terjadi pada peliharaan ayam serama Anda, hal yang perlu dilakukan adalah menyendirikan induk serama tersebut kedalam kandang khusus (kandang tipe baterai) seperti pada foto dibawah ini. 



Dengan desain kandang baterai, yakni memiliki lantai yang miring maka telur serama akan menggelinding keluar kandang, sehingga sang induk tidak sempat mematuk telurnya. Jika tidak terjadi masalah dalam perkawinannya, cara memasukkan induk serama bisa dilakukan sepasang jantan dan betina. Tapi jika terjadi masalah dalam perkawinan dari sepasang induk serama tersebut, maka biarkan dulu sepasang induk serama tersebut melakukan perkawinan di kandang biasa kemudian silahkan dilihat anus induk betinanya, jika sudah siap bertelur baru dipindahkan ke kandang bateri.
 
 
Support : created by | Barangit.COM | design tercela
Copyright © 2011. TERCELA - All Rights Reserved
Template di otak atik by tercela Published by design otak atik tercela
Proudly powered by Blogger