Latest Post

10 Cara Lebih Efisien Saat Bekerja


Tugas-tugas yang begitu banyak dan akhirnya menumpuk, ditambah lagi godaan untuk meng-update media sosial, sering kali membuat yang harusnya tuntas jadi terbengkalai. Padahal, kalau dimaksimalkan waktunya, beberapa tugas yang diberikan atasan bisa selesai tepat waktu. Ada yang salah? Bisa jadi ada pengaturan waktu dan manajemen pekerjaan yang terlewatkan.
 
Grace Marshall, ahli dunia kerja dan produktivitas, melihat bahwa setiap orang mestinya bisa bekerja lebih efisien. Perkembangan teknologi yang semestinya mendukung pekerjaan, justru menjadi gangguan terbesar. Dia lalu memberikan beberapa gambaran yang bisa jadi masukan buat perubahan.

1. Fokus. Alokasikan waktu sepenuhnya untuk memberi perhatian lebih pada pekerjaan yang dihadapi. Cobalah lebih fokus dan memberikan energi pada satu pekerjaan.

2. Gangguan adalah musuh terbesar. Banyak hal yang kerap mengalihkan perhatian. Entah itu chatting di ponsel, isu terbaru di situs berita, atau obrolan sesama teman di ruang kerja. Kurangi distraksi semacam ini, dan sebisa mungkin jangan sampai terpengaruh. Misalnya dengan mematikan ponsel, social media, atau e-mail yang tak penting. Konsentrasilah pada yang dihadapi sehingga tidak mudah terganggu.

3. Multitasking itu hanya mitos. Jika ada yang bilang setiap orang mestinya bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, anggapan ini hanya mitos. Faktanya seseorang akan bisa fokus dan maksimal mengerjakan satu hal secara bergantian. Jadi tidak usah mencoba memikirkan bisa menuntaskan banyak hal dalam satu waktu.

4. Bikin daftar. Saat di kantor, cobalah bikin daftar tugas yang harus dituntaskan. Baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Pembuatan daftar tugas yang harus dikerjakan ini akan membuat semuanya jadi lebih efisien karena membuat Anda fokus dan siap mental.

5. Jangan menunda-nunda. Sering kali karena menganggap ringan tugas, Anda lantas menunda waktu untuk mengerjakannya. Dua menit lagi, lima menit lagi, dan seterusnya, sampai akhirnya lupa untuk menuntaskan. Alhasil, ada banyak waktu yang terbuang percuma. Cobalah lakukan sekarang, di saat teringat dan sesuai jadwal.

6. Buat pengingat daftar di rumah. Jika ada daftar pekerjaan yang harus tuntas di kantor, kenapa tidak membuat pengingatnya saat Anda berada di rumah? Namun, hal ini sekadar sebagai pengingat, sekaligus membuat data tambahannya. Sekiranya dibutuhkan, Anda jadi tidak perlu susah mencari tahu atau kembali ke kantor.

7. Pintar bikin keputusan. Ada beberapa pekerjaan yang mungkin datangnya mendadak dan menuntut kecerdasan dalam membuat keputusan. Dengan bekerja lebih efisien, akan lebih mudah membuat keputusan, bahkan dalam waktu singkat.

8. Gunakan pengingat waktu. Dalam setiap jenis pekerjaan atau tugas, cobalah membuat pengingat waktu, kapan tugas tersebut bisa dituntaskan. Dengan begini ada konsentrasi yang lebih tercurah, dan Anda mencoba realistis tanpa menunda-nunda.

9. Ruang yang nyaman. Sebagian orang membutuhkan ruang nyaman untuk mengerjakan tugas yang dipunyai. Jadi, kenapa tidak menciptakannya sendiri? Buat diri senyaman mungkin sehingga bisa menuntaskannya dengan segera, dan selesai tepat waktu.

10. Uraikan detail. Jika banyaknya pekerjaan membuat Anda stres, cobalah urai satu per satu. Dengan menjadikannya detail dan tampak mudah, semua pekerjaan tidak tampak berat dan Anda lebih bersemangat menuntaskannya.
 

Agar Hari Kerja Lebih Menyenangkan


Saat bangun tidur, Anda langsung terbayang tumpukan pekerjaan, muka bos yang galak, atau bahkan rekan kerja yang menyebalkan? Mengingat hal seperti ini pasti bikin pagi hari jadi tidak menyenangkan. Imbasnya, bisa-bisa sepanjang hari di kantor jadi sangat membosankan dan menurunkan produktivitas bekerja.

Ahli hipnoterapi, Chloe Brotheridge, mengungkapkan bad mood sepanjang hari disebabkan karena pikiran dan rutinitas pagi hari Anda yang berantakan. Sebenarnya ada banyak hal kecil yang bisa dilakukan di pagi hari agar Anda memiliki hari yang menyenangkan di kantor setiap harinya.

1. Mulai hari dengan aktivitas yang tepat
Pertama Chloe menyarankan agar Anda selalu merasa bahagia setiap hari. Dimulai dengan saat bangun di pagi hari.

"Di pagi hari, tulislah tiga hal yang Anda syukuri, tiga hal yang diinginkan, dan tiga hal yang sudah dilakukan dengan baik. Dengan coretan ini, akan ada keajaiban yang bekerja untuk meningkatkan mood Anda dan membantu untuk mengalami hari yang positif," katanya.

Ini akan membantu Anda melihat dunia dengan pandangan yang berbeda. Selain itu, Anda juga akan merasa lebih bersemangat karena bisa mengusir semua pikiran negatif dan berfokus pada hal positif. Hebatnya ini tak cuma bekerja untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.

2. Meditasi
Chloe mengungkapkan meditasi bisa menjadi cara yang tepat untuk memulai hari. Meditasi akan membantu menghasilkan perubahan di otak dan meningkatkan relaksasi dan tingkat optimisme seseorang.

Ambil posisi duduk yang nyaman, dan tutup mata Anda. Kemudian fokus pada pernafasan. Perhatikan udara yang keluar dan masuk dari hidung, di bagian belakang tenggorokan, atau naik turunnya rongga dada dan perut. Lakukan meditasi ini lima menit tiap pagi, dan tingkatkan perlahan-lahan sampai 20 menit. Hasil nyata mulai akan terlihat dalam waktu enam minggu.

3. Nikmati setiap momen bekerja
Pasti ada perasaan puas yang dialami ketika Anda sudah menyelesaikan semua pekerjaan dalam daftar Anda. Namun tak perlu terlalu berambisi untuk mengerjakannya secepat mungkin.

Buatlah daftar hal-hal yang harus dilakukan setiap hari (termasuk hal yang kecil). Ini akan membantu Anda mengorganisasi jenis pekerjaan dan mempercepat waktu menyelesaikannya.

Memberi sedikit waktu untuk bersantai dan menikmati pekerjaan akan membantu Anda lebih maksimal dalam mengerjakannya, dan tujuan Anda tercapai.

"Buatlah tujuan akhir pekerjaan dengan cara SMART, yaitu spesific (spesifik), measurable (terukur), achievable (bisa dicapai), realistic (realistis), dan timely (tepat waktu)," ungkapnya.

4. Istirahat
Agar tak terlalu stres mengerjakan tugas di kantor, jangan lupa istirahat. Cobalah teknik Pomodoro. Caranya, atur timer 25 menit untuk bekerja dan fokus mengerjakannya. Kemudian ambil waktu istirahat selama satu menit. Ambil istirahat ini secara periodik sebanyak 3-4 kali. Ini akan membantu Anda untuk bisa mengatur waktu dan memfokuskan pikiran, serta membuat pekerjaan jadi lebih efisien.

Berhentilah menatap layar komputer selama berjam-jam. Ambil waktu istirahat dan pergi berjalan-jalan sebentar, misalnya ke pantry. "Ketika merasa sudah agak lelah, ambil waktu istirahat lima menit. Tarik nafas dan gunakan semua indra Anda untuk beristirahat," saran Chloe.

Gunakan imajinasi Anda dan bayangkan sedang berada di pantai pasir putih. Rasakan gesekan pasir di jari-jari kaki dan pancaran sinar matahari di kulit. Cium bau laut, suara burung dan gemuruh ombak. Setelah puas menikmatinya, buka mata dan tubuh akan kembali segar.

5. Tak perlu memaksakan diri sempurna
Sangat tidak realistis jika Anda berharap bahwa semua hal yang dilakukan selalu sempurna. Sesekali mungkin saja ada kesalahan yang diperbuat. Namun ini tak berarti Anda tak becus atau bodoh, karena yang paling penting adalah bagaimana Anda mengubah semua kesalahan ini dan mengubahnya jadi hal yang positif.

"Ingatkan diri bahwa kegagalan bukan akhir segalanya. Kesalahan hanyalah batu loncatan untuk kesuksesan yang lebih besar. Anda bisa banyak belajar dari kesalahan," jelasnya. Chloe juga menyarankan untuk belajar dari kesalahan dan melihat kritik sebagai umpan balik yang berguna, dan akan membantu Anda untuk berbuat lebih baik.

6. Ekspresikan diri di kantor
Komunikasi yang efektif adalah kunci sukses di kantor. Ekspresikan apa yang dipikirkan, rasakan, dan inginkan, dengan cara yang jujur namun tetap sopan. Ini akan membantu Anda menghindari konflik dan masalah dengan rekan kerja, senior, dan atasan Anda.
 

Jangan Lakukan Ini Saat Menanggapi Tekanan


Saat menghadapi tekanan baik tuntutan pekerjaan, lingkungan kerja, atau sikap atasan sebaiknya hadapi dengan cara tepat. Hindari empat hal ini saat menanggapi tekanan.

1. Dikalahkan rasa takut.
Hindari untuk memikirkan sulitnya pekerjaan sebelum Anda melakukannya. Sebab isi pikiran akan memberi sugesti terhadap apa yang akan Anda lakukan setelahnya.

Bila Anda berpikir mudah, maka akan terjadi lebih mudah. Bila Anda terlanjur menganggap sulit, maka kesulitan yang akan Anda dapat.

Lebih baik gagal dan memperbaiki ketimbang tidak pernah mencobanya sama sekali karena takut salah atau takut gagal.

2. Pendam sendiri.
Stres akan meningkat lebih cepat bila dipendam sendiri. Jadi bicarakan dengan rekan kerja satu divisi atau mungkin rekan yang lebih senior tentang tuntutan pekerjaan yang diberikan perusahaan.

Apakah mereka merasakan tekanan yang sama? Bila rekan-rekan lain merasa nyaman, artinya Anda perlu memperbaiki kinerja dan tingkatkan semangat.

3. Kurang dari satu tahun.
Wajar bila sebagai orang baru Anda diberikan banyak pekerjaan atau dihadapkan dengan situasi kantor yang bikin tertekan. Bisa jadi ini hanya sekadar ujian untuk melihat kemampuan Anda menyelesaikan masalah.

Tunjukkan kinerja yang baik sambil membaca situasi minimal satu tahun. Kalau memang selama satu tahun atau lebih Anda lebih banyak mengalami stres, boleh saja melirik perusahaan lain.

4. Terjebak tekanan teman.
Rekan satu divisi senang tampil dengan branded fashion items. Tiap liburan pergi ke Eropa. Setiap makan siang pilihannya menu hotel bintang lima. Meski Anda sedikit tertekan olehnya, bukan berarti Anda harus sama dengannya.

Memaksakan diri untuk mengikuti gaya orang lain bisa membuat Anda tertekan karena tak merasa bisa mengimbanginya.Selama Anda bekerja dengan baik, berpenampilan sesuai aturan, menjadi diri sendiri, justru inilah yang terasa lebih nikmat dan happy.
 

Tidak Bahagia Dengan Pekerjaan Anda? Introspeksi Diri!

 

Saat sibuk menyelami pekerjaan, tak ayal Anda pun jadi sering terbawa suasana. Bersamaan dengan padatnya agenda kerja, Anda berubah menjadi seseorang yang mudah panik dan selalu terburu-buru. Stop sekarang juga! Ini saatnya melakukan introspeksi diri.
 
Terbiasa didera oleh pekerjaan, membuat seseorang hidup bagaikan sebuah mesin. Sehingga, di saat konflik atau masalah datang ke hadapannya, ia jadi tak mampu merumuskan dan mengambil solusi yang tepat.

Coba tanya lagi pada diri Anda, apakah ini pekerjaan yang Anda impikan? Masa depan seperti apa sebenarnya yang Anda inginkan? Apakah Anda sudah semakin dekat dalam meraihnya?

Stephen Covey, penulis The 7 Habit of Highly Effective People menuliskan “Jika Anda ingin bertindak benar, langkah pertama yang harus Anda kerjakan adalah menyadarkan diri, atau introspeksi. Identifikasikan akar masalah, gunakan imajinasi Anda. Lalu tulis sebuah daftar hal yang sekiranya berguna dalam menuntaskan problem Anda. Selanjutnya, dengarkan hati nurani untuk mendapatkan solusi bijak dari masalah yang Anda hadapi”.

Dengan meluangkan waktu untuk melakukan kontemplasi diri, akan membawa Anda menelusuri masa-masa awal Anda bekerja. Selanjutnya, Anda akan diingatkan kembali mengenai tujuan Anda bekerja.

Bila ternyata selama ini jiwa Anda tidak menyatu dengan apa yang Anda kerjakan, dan lebih buruk lagi, Anda tidak menemukan kebahagiaan. Mungkin ini saatnya Anda pindah jalur!
 

10 Hal yang Tidak Disampaikan Si Bos


Meski media sosial bersifat personal, bukan berarti si bos tidak bisa memantaunya. Status terbaru yang Anda tuliskan, atau percakapan mengenai kebiasaan buruk teman kerja, bisa menjadi catatan si bos dalam mengevaluasi kinerja Anda. Nah!
 
Berikut 10 hal yang dilakukan atasan, tetapi tidak disampaikan secara lisan:

1. Apa yang dilakukan di luar jam kerja bisa jadi persoalan.
Edith Onderick Harvey, presiden Factor in Talent, mengungkapkan bahwa atasan Anda bisa saja terpengaruh dengan apa yang Anda tulis pada akun media sosial, entah itu tentang bagaimana Anda mengisi akhir pekan, atau membicarakan rekan kerja yang lain.

2. Sikap Anda sama penting dengan tugas yang diselesaikan.
Tanpa mereka sampaikan, manajer atau bos Anda selalu memperhatikan gerak gerik dan bagaimana Anda bersikap. Pekerjaan bisa jadi tuntas, tetapi bagaimana tugas itu diselesaikan, juga termasuk penilaian yang mungkin Anda abaikan. Jika dia tahu Anda bersikap jelek dan kasar terhadap sesama rekan kerja, bisa jadi nilai Anda turun di matanya.

3. Berani angkat bicara.
Patty Briguglio, presiden MMI Public Relations di North Carolina, mengatakan ia menyukai karyawan yang menunjukkan karakter, tanpa harus jaim atau jaga image. Jika ada yang ingin promosi, beranilah menyampaikan, diikuti dengan peningkatan performa tentunya. Selama Anda merasa benar dan tidak menyalahi aturan, jangan takut bicara. 

4. Inisiatif bertanya.
Dalam komunikasi via telepon atau surat eletronik, tidak ada salahnya bertanya jika ada yang tidak dimengerti. Lauren Mackler, pakar karier mengungkapkan, bertanya akan hal yang tidak dimengerti, menjadikan tugas yang dikerjakan jadi lebih mudah dijalani.

5. Beri laporan.
Bisa jadi si bos tidak meminta Anda untuk selalu mengirim laporan akan perkembangan, atau update terbaru. Namun, usahakan saat sebuah proyek besar usai, dan Anda ingin ucapkan selamat kepada seluruh tim, tidak ada salahnya menyertakan pimpinan. Memberi detail yang jelas akan mempermudah komunikasi Anda dan si bos.

6. Berpakaian yang tepat
Pimpinan Anda bisa jadi tidak akan menegur secara langsung, tetapi berpakaian yang tepat dapat melancarkan datangnya promosi jabatan. Usahakan untuk selalu tampil representatif, dengan berpakaian rapi dan bersih, menunjukkan bahwa Anda memiliki standar etika yang baik. 

7. Jalin komunikasi
Biasanya Anda dan si bos hanya bertemu saat hari penilaian atau review laporan, kenapa tidak berkomunikasi dari awal. Tak cuma Anda, bos juga mengharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik dengan anggota timnya. Maka, jangan sungkan untuk menyapanya lebih dulu, atau bertanya mengenai hal yang Anda kurang pahami. 

8. Bos juga perlu tanggapan positif
Kadang setelah menunjukkan performa yang bagus, Anda ingin dapatkan pujian. Bos juga menginginkan hal yang sama. Saat berhasil menyelesaikan proyek, jangan takut untuk mengucapkan selamat kepadanya. 

9.  Menjadi problem solver.
Bos juga menginginkan agar setiap karyawannya mampu menyelesaikan konflik yang dihadapi. Misalkan pada sebuah proyek, Anda menemukan tiga kemungkinan atau pilihan untuk menjalankannya, berikanlah si bos opsi yang menurut Anda terbaik. Dijamin ia akan mengapresiasi usaha Anda. 

10. Bertanggung jawab.
Entah itu datang terlambat atau project terbengkalai, jangan limpahkan kesalahan kepada pihak lain. Kenapa tidak mengakui kesalahan dan memperbaikinya? Ketika Anda berani mengakui kesalahan yang Anda lakukan, si bos akan melihat Anda sebagai sosok yang bertanggung jawab.
 
 
Support : created by | Barangit.COM | design tercela
Copyright © 2011. TERCELA - All Rights Reserved
Template di otak atik by tercela Published by design otak atik tercela
Proudly powered by Blogger