Latest Post

12 Tanda untuk "Move On" dari Pekerjaan Sekarang



Segala daya upaya telah dilakukan supaya Anda bisa mencintai pekerjaan. Tapi, entah kenapa Anda malah merasa makin jenuh dan ingin menjauh. Coba simak 12 tanda-tanda yang berarti Anda harus segera move on dari tempat kerja.

1. Suasana hati di pagi hari mencerminkan passion Anda yang sesungguhnya. Jadi, Anda harus mempertanyakan kembali passion Anda ketika merasa tak bersemangat setiap kali bangun tidur. Apalagi ketika ingat Anda harus pergi bekerja. Bila tidak, Anda akan bekerja bak robot dan menghadapi hari demi hari dengan muram.

2. Apakah Anda harus ikut terperosok saat perusahaan Anda berada di ujung tanduk? Jawabannya, tentu saja tidak. Selamatkan diri Anda terlebih dahulu, apalagi jika Anda memiliki keluarga yang bergantung penuh pada Anda.

3. Konflik yang meruncing dan tak bisa ditengahi lagi sehingga berdamai dengan rekan kerja atau atasan sudah tak mungkin lagi.

4. Anda terus-menerus berlaku negatif dan tak bahagia di tempat kerja. Bahkan ketika Anda sedang memikirkan pekerjaan, Anda bisa uring-uringan. Sikap ini juga tertuang di lini masa media sosial Anda yang dipenuhi keluhan sekaligus mulai memengaruhi kondisi fisik dan memengaruhi hubungan dengan keluarga atau orang terdekat. Misalnya, Anda kerap meluapkan emosi negatif kepada mereka.

5. Seiring waktu, perusahaan pasti akan berubah. Nah, jika Anda merasa visi dan misi perusahaan tak sejalan dengan Anda, sebaiknya Anda mundur saja. Buat apa bekerja jika harus membohongi diri sendiri kan?

6. Meskipun pekerjaan Anda selalu tuntas, Anda tahu kualitasnya makin menurun. Lambat laun, produktivitas pun makin berkurang.

7. Saat Anda tak memiliki waktu untuk keluarga dan pribadi karena sebagian besar waktu habis untuk pekerjaan.

8. Sekeras apa pun usaha Anda dan sebagus apa pun prestasi Anda, perusahaan tidak pernah menghargai jerih payah Anda.

9. Hanya luasnya gunung dan lautan yang bisa menggambarkan betapa banyaknya pekerjaan Anda. Sayangnya, perusahaan tak kunjung menaikkan gaji Anda.

10. Sebrilian apa pun ide-ide Anda, semua hanya berlalu sembari ditiup angin di hadapan atasan dan rekan kerja.

11. Anda merasa jenuh dan tak berkembang dalam pekerjaan saat ini.

12. Anda mengalami pelecehan secara fisik dan mental di kantor.
 

Etika Saat Berhenti Kerja






Entah Anda berhenti bekerja karena keinginan sendiri atau diminta oleh perusahaan, bagaimana Anda bersikap saat mengundurkan diri sangat berpengaruh pada reputasi Anda di masa depan.

Berikut adalah beberapa "rambu" yang perlu Anda ketahui saat Anda berhenti kerja.

1. Jangan emosional
Meski Anda merasa akhirnya bisa bebas dari cengkeraman atasan yang kejam atau Anda diberhentikan, tetaplah jaga emosi Anda. Tak perlu gembira berlebihan jika Anda akhirnya akan pindah ke kantor baru. Atau, tahan agar Anda tak menangis, berteriak, atau memohon-mohon supaya bisa tetap bekerja di kantor ini.

"Seberat apa pun, tinggalkan dengan senyuman di wajah. Jika Anda merasa ingin menangis, carilah toilet dan jangan keluar sampai Anda merasa tenang. Kita tak pernah tahu apakah di masa depan akan bekerja lagi dengan orang-orang ini. Jangan sampai reputasi Anda rusak karena bersikap terlalu emosional," saran Cynthia Shapiro, konsultan karier.

2. Bersikap jujur
Di hari terakhir kerja, sudah menjadi standar Anda akan diwawancara oleh bagian HRD untuk menanyakan alasan keluar dan pengalaman Anda selama bekerja. Pembicaraan Anda ini bersifat rahasia sehingga Anda boleh menyampaikan kritik yang membangun.

Meski bersikap jujur itu penting, tetapi Anda harus bijaksana saat menyampaikan kritik. Fokuslah pada hal-hal positif yang dirasakan. "Jika Anda bekerja di bidang industri kecil, apa yang Anda sampaikan mungkin akan diketahui orang lain. Ini bisa menyusahkan Anda jika Anda memberi komentar buruk mengenai rekan kerja atau atasan," katanya.

3. Jangan menjelek-jelekkan
Saat Anda sudah meninggalkan kantor lama, jangan menjelek-jelekkan kantor lama. Saat wawancara di kantor baru dan ditanyakan mengapa keluar dari kantor lama, katakan saja Anda ingin mencari tantangan baru.

Tidak etis jika Anda mengumbar keburukan perusahaan lama atau sikap menyebalkan atasan. Sikap negatif tersebut justru menunjukkan Anda bukanlah orang yang matang.

4. Bagi ilmu
Beberapa waktu sebelum Anda keluar, persiapkan berbagai informasi penting yang mungkin diperlukan oleh rekan kerja atau pengganti Anda. Tuliskan di kertas apa saja yang perlu diketahui, di mana menyimpan dokumen, status projek yang sedang ditangani, sampai daftar kontak klien.

5. Hindari membanggakan pekerjaan baru
Saat Anda masih menunggu hari terakhir kerja dan rekan kerja sudah mengatahui Anda akan keluar, biasanya mereka akan bertanya-tanya tentang kantor baru yang akan Anda masuki. Bersikaplah netral. Jangan membuat rekan kerja Anda merasa ditinggalkan atau merasa buruk karena masih tetap bekerja di kantor ini.
 

Cara Mengarahkan Anak dalam Berpenampilan






Dalam mengarahkan penampilan anak, orangtua harus berusaha mendampingi dengan penuh pengertian. Ajaklah anak berdiskusi mengenai pakaian yang ingin dikenakannya ketika hendak pergi ke pesta atau sekadar jalan-jalan di pusat perbelanjaan.

Jika anak sudah memilih pakaian namun tidak sesuai dengan keinginan orangtua, maka orangtua perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat agar anak mau berubah pikiran.

Sebaliknya, apabila anak selalu merasa tidak tampil sempurna, orangtua perlu mengingatkan dan memberi dukungan. Katakan, "Tidak apa, sayang, kamu tetap keren walaupun pakai pakaian lain."

Yang dibutuhkan oleh anak adalah keyakinan diri bahwa penampilan dia menarik. Apabila orangtua mengutarakan ucapan negatif berupa amarah atau kritik, anak bisa saja melawan atau merasa selalu punya citra diri buruk. 

"Anak merasa ada sesuatu yang jelek dari apa yang dia lakukan dan dia pikirkan. Dan dia akan terus kepikiran," kata Anna Surti Ariani, psikolog anak dan keluarga dari Klinik Terpadu Universitas Indonesia.

Dalam mendukung anak, orangtua perlu mengutarakan dengan cara yang tepat. Orangtua harus mengerti trik atau cara berkomunikasi agar kepercayaan diri si anak terbangun. Ingat, selalu ucapkan kata-kata positif dengan intonasi mendukung. Usahakan lebih banyak bertanya dan mendengar agar anak lebih terbuka.

Beberapa pertanyaan-pertanyaan tepat yang harus diajukan orangtua untuk mengarahkan cara berpenampilan anak:
1. Di lemari kamu ada enggak pakaian yang pantas untuk ke pesta?

2. Menurut kamu, kalau misalnya kita mau datang ke acara pesta, pakaian apa yang pantas kita kenakan?

3. Kalau misalnya anak sudah kekeuh dengan satu pakaian yang menurut orangtua kurang baik, kurang sopan, coba orangtua tanya: Menurut kamu, baju kamu enak dipakai atau tidak?

4. Kalau anak tetap ngotot merasa nyaman, orangtua perlu tanya lagi: Kalau tampil seperti itu, apakah kamu hanya butuh yang enak saja?

5. Menurut kamu pantas tidak pakai baju yang seperti itu?

6. Kira-kira orang lain akan berpikir apa kalau kamu pakai pakaian yang terlalu terbuka dan rok yang terlalu pendek?

7. Misalnya kamu pakai pakaian yang terlalu terbuka, orang lain bisa ngeliatin kamu. Kalau orang lain cuma ngeliatin aja enggak masalah. Kalau semua orang di dunia ini baik, tidak apa-apa. Tapi seberapa yakin kamu bahwa orang-orang di luar kamu itu orang baik?

8. Mungkin enggak ada orang-orang jahat di luar kamu? Kalau orang-orang itu jahat, kira-kira dia akan berpikir apa tentang kamu?

9. Lalu kalau orang lain berpikir seperti itu, apa yang harus kamu lakukan?

Saat bertanya, orangtua harus menjaga intonasi agar tidak terkesan menekan, merendahkan, marah atau mengkritik. Orangtua harus bertanya dengan intonasi tertarik, igin tahu, dan menunjukkan bahwa si anak positif.

Kalau bertanyanya sudah dengan intonasi menekan, merendahkan, marah atau mengkritik biasanya anak akan melawan. Kalaupun anak patuh, itu hanya karena untuk menyenangkan orangtua.
 

Supaya Warna Sayuran Rebus Tetap Segar



Makanan yang direbus memang lebih sehat ketimbang yang digoreng. Tetapi untuk sayuran, teknik merebus bisa membuat warna sayuran berubah menjadi pucat dan tampak tidak menarik. Padahal, tampilan sebuah hidangan dapat berpengaruh besar pada selera makan.

Menurut Chef Arimbi Nimpuno dari Lifestyle Studio Ranch Market, memang ada teknik tersendiri untuk membuat masakan di rumah "seindah" makanan restoran.

"Warna sayuran rebus akan tetap pada warna semula jika setelah diangkat langsung dituangkan air dingin ke dalamnya. Itu akan membuat warna sayuran tak berubah dan segar," katanya dalam acara cooking class lewat rangkaian program Japan Culinary Week 2013, yang bertempat di Ranch Market Pondok Indah, Jakarta, Jumat (25/10/2013).

Ia menambahkan, setelah Anda menuangkan air es/dingin ke sayuran,  diamkan sayuran kurang lebih selama 15 menit. Kemudian, setelah tuangkan kembali air hangat ke sayuran berguna menjaga kesegaran pada sayuran.

Setelah semua proses dilakukan, maka Anda tinggal menghidangkannya. Tampilan sayuran yang segar dengan warna alami sayuran yang tidak berubah kini Anda bisa dapatkan di rumah. Selamat mencoba!
 

Apa yang Terjadi Saat Pria Patah Hati?



Saat patah hati, perempuan melaluinya dengan menangis sepanjang malam, atau curhat dengan para sahabat. Bagaimana dengan pria?
 
Bersyukurlah menjadi perempuan karena semua orang akan memaklumi semua tangisan, curhatan, terlebih sikap menyebalkan saat baru patah hati. Dukungan pun datang dari sana sini. Begitu berbeda dengan pria, yang cenderung lebih suka menyendiri saat patah hati.

Tapi, kaum pria  lebih jitu dalam mengobati patah hati. Inilah yang sering membuat kaum hawa iri, karena gaya tersebut  (setidaknya) menunjukkan kepada dunia, bahwa mereka baik-baik saja.

Kumpul bersama teman
Bagi pria, teman adalah segalanya. Jangankan setelah putus, saat hubungan Anda dengan si dia masih baik-baik saja, dia akan kesulitan jika dihadapkan untuk memilih Anda atau teman-temannya. Cara ini merupakan cara yang paling ampuh untuk melupakan masalah dan mengembalikan semangat mereka saat baru putus cinta. Tahukah hal yang dibicarakan saat pria berkumpul?

Berdasarkan hasil survei global, 90% topik yang dibicarakan pria adalah tentang hobi, 10%-nya ialah tentang perempuan. Sedangkan perempuan malah sebaliknya, terbesar justru membicarakan pria.

Menghabiskan waktu mengerjakan hobi
Hal lain yang bisa membuat pria terhibur adalah dengan melakukan kegiatan yang mereka suka. Menurut penelitian, pria dan hobi merupakan kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Jika mereka suka main game, mereka akan segera mencari game-game baru untuk mengisi waktu kosong yang biasa mereka habiskan bersama Anda. Jika si dia suka otomotif, maka mereka akan lebih memerhatikan kendaraan kesayangannya seperti kekasihnya sendiri.

Jalan dengan ‘incaran’ baru
Bisa kenalan dengan perempuan yang menarik, apalagi mengajaknya jalan merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi pria yang sedang dilanda patah hati. Menurutnya ini merupakan cara jitu untuk menunjukkan kepada teman-temannya dan khususnya kepada Anda, bahwa dia cukup "laku" dan baik-baik saja.

Namun untuk urusan bermain hati, ternyata tidak semudah itu. Pria lebih sulit untuk menjalin hubungan serius dibanding dengan perempuan. Walaupun sering terlihat jalan berdua dengan perempuan barunya, dia akan tetap mencari perempuan  yang benar-benar bisa mencuri hatinya untuk dijadikan pasangan.

Menyingkirkan segala kenangan
Karena memiliki kecenderungan sulit melupakan, maka si dia akan segera menyingkirkan barang kenangan yang bisa mengingatkannya tentang hubungan yang telah lalu. Tak akan ada lagi barang-barang pemberian Anda di mobil atau di kamarnya. Cara lain yang juga sering mereka gunakan untuk menyembuhkan patah hati ialah melakukan hal-hal yang sering dilarang oleh mantan kekasihnya.
 
 
Support : created by | Barangit.COM | design tercela
Copyright © 2011. TERCELA - All Rights Reserved
Template di otak atik by tercela Published by design otak atik tercela
Proudly powered by Blogger