Latest Post

Seks yang Rutin Percantik Wajah

"Rutin melakukan hubungan seks sehat membantu Anda melawan penuaan," itu pendapat Dr. Amy Wechsler, Dermatologist asal New York, AS.Pendapat ini dikuatkan oleh sebuah studi di Skotlandia menemukan bahwa rutin melakukan hubungan seks tiga kali seminggu setidaknya selama empat tahun  dapat meningkatkan kekebalan dan mengurangi penyakit jantung. Dr. Wechsler menambahkan bonus cantik buat orang yang rutin melakukan hubungan seks yang sehat. Menurut Dr. Wechsler berikut manfaat yang bisa Anda petik dari hubungan seks rutin dengan suami Anda

1. Melawan keriput

Hormon stres dan hormon antistres di dalam tubuh seperti permainan jungkat-jungkit. Dua hormon tersebut naik turun dalam tubuh Anda. Seks (khususnya orgasme) mendongkrak hormon endorfin dan hormon pertumbuhan tubuh. Akibatnya, tubuh memperbaiki sel yang rusak oleh matahari juga merokok. Selain itu juga menurunkan hormon kortisol yang melambung saat stres. Bahaya dari kortisol adalah dapat menghancurkan kolagen, rusaknya kolagenlah yang menyebabkan keriput muncul.

2. Melembutkan kulit

Setelah melakukan hubungan seks tubuh melepaskan minyak alami, seperti asam linoleat. Nah, ini adalah sejenis pelembap yang juga ditemukan pada safflower dan minyak zaitun. Minyak alami tersebut tak hanya melindungi sel kulit dengan melapisinya, tapi juga menghidrasi kulit. Ini sebabnya wajah Anda berseri-seri selama beberapa hari setelah berhubungan seks.

3. Kulit lebih cerah

Tidur adalah obat kosmetik gratis, sebab saat tidur sel-sel yang memperbaharui kulit bekerja. Hubungannya dengan seks adalah seks merupakan obat tidur yang ampuh. Setelah mengalami orgasme, Anda akan tertidur lebih cepat dan bangun lebih segar. Khasiat lainnya, lingkaran hitam di bawah mata dan bengkak pun berkurang. Jangan lupa menambahkan rutinitas seks sebelum tidur.

4. Mengencangkan wajah

Bahkan tanpa orgasme sekalipun, seks meningkatkan sirkulasi darah pada kulit. Bahkan berciuman merangsang sangat sedikit 30 otot wajah bekerja, membakar delapan sampai 12 kalori per menit (lebih dari yang Anda bakar dalam satu menit berjalan). 
 
 
 
 
 
 

Stop Mengendalikan Orang Lain

Sikap Anda yang selalu ingin mengendalikan keadaan juga orang lain di sekitar Anda, termasuk orang-orang terdekat akan membuat orang tak nyaman berdekatan dengan Anda. Tak heran jika banyak orang kemudian mulai menjauh, dan hubungan pun tak lagi berjalan mulus.

Sikap seperti ini bisa saja tak Anda sadari, namun Anda bisa mengenalinya ketika satu per satu teman, kolega, bahkan pasangan mulai menarik diri. Ciri sederhananya, Anda lebih suka mengerjakan berbagai hal seorang diri, lebih percaya pada diri sendiri dan Anda beranggapan akan berisiko nantinya jika Anda memercayakan orang lain untuk melakukan suatu pekerjaan.

"Kita ingin hidup kita semuanya serba terkendali, tapi masalah muncul ketika kita selalu mengontrol orang lain. Tidak ada satu pun orang yang suka dikontrol oleh orang lain terus menerus," jelas terapis dan relationship coach, Dr Margaret Paul.

Untuk mengatasi perilaku tak menyenangkan ini, cobalah untuk mulai menyadari apa sebenarnya niat Anda melakukannya. Kenali apa sebenarnya yang membuat Anda cenderung selalu mengontrol keadaan dan mengendalikan orang lain.

Bisa jadi, sebenarnya ada perasaan tertentu yang sedang Anda hindari dan Anda melampiaskannya dengan bersikap dominan terhadap orang lain.

Menurut Dr Paul, sebaiknya mulailah mengatasi perasaan Anda tersebut sehingga akan mengurangi sikap menguasai orang lain. Hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sikap dominan adalah mulailah menumbuhkan perasaan penuh cinta dan kasih sayang, kenali diri Anda sepenuhnya dan miliki penghargaan atas diri Anda, dan berbagilah kepada orang lain dengan rasa peduli dan kasih sayang.

Ketika Anda mengenal diri sendiri seutuhnya, dan mampu mengatasi perasaan yang muncul tanpa melampiaskannya dengan bersikap dominan terhadap orang lain, Anda pun tampil sebagai pribadi yang lebih menyenangkan.

"Semua hubungan pun akan membaik ketika Anda tak lagi bersikap dominan karena lebih menunjukkan sikap peduli terhadap orang lain," tandasnya.
 
 
 
 
 

Agar Komentar Orang Tak Merusak "Mood"


Wajar saja kalau Anda merasa senang ketika orang-orang terdekat atau di sekitar Anda memberikan pujian, apresiasi, dan merasa nyaman berada di dekat Anda. Juga wajar jika Anda merasa kecewa ketika tidak mendapatkan respons positif dari orang lain atas apa yang Anda lakukan. Keinginan atau kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan juga respons menyenangkan dari orang lain, merupakan hal yang manusiawi. Namun, Anda tetap perlu mengendalikannya agar tidak membuat Anda merasa lemah ketika kebutuhan ini tak terpenuhi.

Psikolog, Amy Johnson Ph.D mengatakan sebaiknya saat Anda tidak mendapatkan pujian, pengakuan, apresiasi seperti yang Anda inginkan, begitu pun saat Anda mendapatkannya, tidak memengaruhi penilaian Anda terhadap diri Anda sendiri. Meski kebutuhan akan pengakuan ini hampir didapati pada diri setiap orang, namun bukan berarti Anda dikendalikan olehnya.

"Biasanya, pengakuan, kritik dari orang lain merefleksikan diri mereka sendiri, dan perasaan mereka, jadi bukan menjadi ukuran atas diri Anda, orang yang dikomentarinya. Seseorang bisa jadi sedang merasa positif pada hari itu, dan dia mengalami hari yang menyenangkan sehingga dia membanjiri pujian kepada orang lain termasuk Anda. Kadang kalau seseorang dalam kondisi negatif, mengalami hari buruk, dia bisa saja menghujani Anda dengan kritik pedas. Jadi, apa yang dikatakan orang lain mengenai Anda sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Anda, dan Anda semestinya tidak menjadikan ucapannya sebagai ukuran untuk menilai diri Anda," jelasnya.

Anggap saja begini, ketika atasan Anda sedang mengalami hari yang menyenangkan, dia akan menunjukkan sikap yang manis dan tak sungkan memberikan apresiasi atas pekerjaan yang Anda lakukan. Tapi, saat ia sedang bad mood karena berbagai hal yang barangkali sifatnya pribadi, ia lantas mengkritik apa yang Anda kerjakan sehingga membuat hari Anda pun menjadi menyenangkan.

Saran Johnson, sebaiknya Anda tak perlu terlalu memikirkan apalagi terpengaruh dengan pujian juga komentar buruk yang dilemparkan kepada Anda. Karena sebenarnya, semua komentar itu cenderung lebih banyak berkaitan dengan dirinya sendiri, bukan tentang Anda. Sehingga dengan begitu Anda tidak mudah terbawa emosi karenanya. Meski bukan berarti Anda menjadi "kebal" dan sama sekali tak mendengarkan orang lain. Prinsipnya, Anda perlu lebih jeli menyaring komentar terutama pendapat buruk tentang Anda, dengan tidak menanggapinya mentah-mentah.

"Jadi kalau ada yang bilang, apa pun pendapat kamu tentang saya, itu bukan urusan saya, ini ada benarnya," kata Johnson.

Ia menambahkan, Anda tidak bisa mengendalikan apa yang ingin orang lain katakan tentang Anda. Apa pun komentar yang keluar dari mulut orang lain terhadap Anda, baik atau buruk, tak bisa Anda kontrol. Jadi, untuk apa Anda merasa lemah dan bad mood atas komentar orang yang sebenarnya lebih berkaitan dengan kondisi orang itu bukan diri Anda.

Agar Anda tak merasa lemah atau mood jadi rusak gara-gara komentar orang lain, cobalah untuk lebih menghargai diri sendiri. Cari pengakuan untuk diri sendiri. Kalau Anda secara terus menerus melakukan hal ini, Anda pun memiliki kepribadian yang kuat dan mood Anda tak mudah berubah hanya karena ada orang lain berkomentar buruk tentang Anda.

Biarkan saja orang lain menilai, berkomentar, memuji juga mengkritisi, yang terpenting adalah bagaimana Anda memandang positif diri sendiri atas apa yang Anda lakukan.
 
 
 
 
 
 
 

Bisnis Butuh Tekad, Bukan Nekat!

Menjadi seorang wirausaha membutuhkan persiapan matang agar bisnis yang dijalankan bisa benar-benar berhasil. "Orang yang berwirausaha tidak 100 persen semuanya berhasil. Ini disebabkan mereka belum punya tekad untuk berwirausaha," ungkap pengusaha muda Billy Boen, dalam acara peluncuran sebuah buku di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, kegagalan dalam memulai bisnis pada dasarnya terletak pada kemauan atau tekad yang dimiliki seseorang. Sampai saat ini masih banyak orang yang memulai bisnis dengan modal nekat saja. Bagi Billy, memulai bisnis dengan modal nekat justru membuat Anda lebih mudah mengalami kegagalan karena menghadapi beragam masalah dan akhirnya berhenti berusaha.

"Sebagian besar kegagalan bisnis disebabkan karena kenekatan seseorang. Mereka tergiur untuk menangguk untung yang tinggi dalam waktu singkat berbisnis," bebernya. Billy menjelaskan bahwa pada dasarnya nekat dan tekad berbisnis memiliki arti yang sangat berbeda. Nekat berbisnis memiliki arti bahwa Anda tidak punya persiapan dan perhitungan yang tepat terhadap bisnis yang akan dijalankan.

Ketika nekat berbisnis, Anda tidak berpikir panjang tentang berbagai hal yang harus dilakukan untuk memulai bisnis, misalnya survei pasar, lokasi usaha, persaingan, modal, sampai jenis produk yang akan dipasarkan. Kenekatan dalam berbisnis juga akan membuat Anda tidak siap ketika mengalami kegagalan dan harus gulung tikar.

Dibanding nekat, tekad-lah yang sebaiknya dipupuk agar bisnis bisa berjalan baik. Ketika memiliki tekad, Anda akan benar-benar memperhitungkan segala sesuatunya, mulai dari pangsa pasar, lokasi, target market, jenis usaha, modal, BEP, sampai inovasi yang dilakukan agar produk Anda dilirik dan laris di pasaran. Tekad akan membantu Anda untuk tetap kreatif dan inovatif dibandingkan hanya sekadar ikut-ikutan berbisnis.

Saat Anda punya tekad untuk membangun usaha, secara tak langsung Anda juga sudah memiliki mental pengusaha yang kuat. "Tak semua orang punya mental dan jiwa wirausaha. Seseorang yang punya mental wirausaha pasti siap menerima risiko kegagalan seberat apa pun dan siap untuk bangkit kembali," pungkas Billy.
 
 
 
 

Bos Apple dan Google Terlibat Pertemuan Rahasia?

 
Marcin Mycielski dan Valery Marchive/L


Bos Apple, Tim Cook, dan bos Google, Larry Page, dilaporkan telah menggelar beberapa pertemuan rahasia. Mereka membahas seputar perang paten Apple vs Android.

Hal itu dilaporkan oleh kantor berita Reuters berdasarkan keterangan sumber yang tidak disebutkan namanya. Selain kedua "big boss" itu, beberapa pejabat di bawah mereka juga menggelar pertemuan terkait.


Page dan Cook diyakini akan kembali menggelar pertemuan itu dalam waktu dekat. Konon, keduanya akan menegosiasikan kemungkinan "gencatan senjata" antara kubu Apple dan Android.


Sumber Reuters menyebutkan ada kemungkinan beberapa fungsi dan fitur dasar Android jadi bagian dari "gencatan senjata" tersebut.  


Pertemuan antara Cook dan Page berlangsung di minggu yang sama Apple mendapatkan "kemenangan" dari keputusan dewan juri di sidang melawan Samsung. Belum ada kesepakatan formal yang dihasilkan, namun keduanya setuju untuk menggelar pertemuan lanjutan.
 
 
Support : created by | Barangit.COM | design tercela
Copyright © 2011. TERCELA - All Rights Reserved
Template di otak atik by tercela Published by design otak atik tercela
Proudly powered by Blogger