Latest Post

Kucing Terpopuler Di Dunia


Kucing adalah makhluk yang paling indah di dunia. Mereka adalah hewan peliharaan yang paling dicintai di rumah tangga dan lingkungan. Kucing, juga dikenal sebagai kucing domestik atau housecat untuk membedakannya dari kucing lain dan felids, adalah mamalia karnivora kecil yang dihargai oleh manusia untuk persahabatan dan kemampuannya untuk berburu kutu dan hama rumah tangga. Kucing telah dikaitkan dengan manusia selama setidaknya 9.500 tahun, dan saat ini kucing paling populer di dunia. ketika membuat keputusan untuk memiliki binatang peliharaan, pertama Anda memutuskan jenis yang Anda inginkan. Mereka lucu, baik hati, dan dianggap aman sekitar anak-anak. Sebenarnya, kucing adalah binatang peliharaan termudah untuk sendiri. Kucing adalah sahabat yang sempurna. Mereka tidak membutuhkan banyak dari pemilik. Mereka hanya harus teratur makan. Mereka juga membutuhkan tempat berlindung. ini beberapa jenis kucing tersebut cekidot......

1. Persian cat


Persia adalah seekor kucing berambut panjang yang ditandai dengan wajah bulat dan moncong pendek. Universal peringkat nomor satu jenis yang paling populer karena sangat mencintai dan setia. Salah satu ras kucing tertua, ia mengambil namanya dari tempat asalnya, Persia (Iran). Diakui oleh fancy kucing sejak akhir abad 19, itu dikembangkan pertama kali oleh Inggris, dan terutama oleh peternak Amerika setelah Perang Dunia Kedua. Di Britania, itu disebut seniman atau pemain musik klasik Persia. Meskipun Persia mempunyai harga yang tinggi dan perlu perawatan pemeliharaan setiap hari, ini lebih dari dikompensasikan dengan personality, tetapi rambutnya bisa menjadi mimpi buruk untuk mempertahankan, kadang-kadang tumbuh sampai 3 inci panjangnya! Persia membutuhkan lingkungan yang nyaman untuk merasa aman.

2. Siamese cat


Siamese adalah salah satu yang pertama jelas diakui kucing Oriental breeds. Asal tepat dari Siamese tidak diketahui, tetapi diyakini berasal dari Asia Tenggara. Standar berkembang biak dari Siamese Modern menunjukkan elegan, ramping, bergaya, fleksibel dan tubuh berotot. kepala berbentuk segitiga, dengan moncong tipis. Mata berbentuk almond dan miring. Rambut pendek, mengkilap, halus, lembut, ketat dan dipatuhi tubuh. Siamese ditandai dengan skema warna khas runcing. Seekor kucing Siamese selalu ingin menjadi pusat perhatian. Mereka ingin diperhatikan. Kucing ini sangat komunikatif, yowling dengan suara serak untuk perhatian atau hanya untuk diajak ngobrol! Mereka cenderung terlalu ramai atau menangis banyak jika Anda mengabaikannya. Mereka ramping dan atletis dengan telinga yang besar. bulu mereka yang pendek dan terletak dekat dengan kulit mereka. Mereka suka membelai, dan sangat setia dan dekat dengan satu orang. Mereka sangat cerdas dan penuh kasih...

3. The Maine Coon cat


The Maine Coon dicatat untuk struktur tulang yang besar, dengan bentuk tubuh persegi, dan bulu panjang mengalir ditubuhnya. perberkembang biakkan dapat dilihat dalam berbagai warna dan dikenal untuk intelijen mereka. Maine Coons adalah salah satu ras dalam negeri terbesar. untuk kucing laki-laki rata-rata berat tubuh mereka 12-18 pon pada berat betinanya biasanya 10-14. Mereka tangguh, lembut dan penuh kasih dengan bulu panjang tetapi tidak memerlukan banyak dandan seperti Persia. kepribadian mereka baik hati akan membuat mereka sangat aman dengan anak-anak. Satu akan menjadi tambahan yang sangat setia kepada keluarga.

4. Abyssinian cat


The Abyssinian adalah jenis kucing peliharaan dengan mantel dicentang khas. Ada banyak cerita tentang asal-usulnya, sering bergulir di Mesir, tetapi asal-usul yang sebenarnya tidak pasti. The Abyssinian telah menjadi salah satu yang paling populer breeds kucing shorthair di Amerika Serikat. mantel menengah-panjang, padat, dan lembut untuk disentuh. The Abyssinian memiliki mantel yang tidak biasa cukup untuk menarik perhatian. Setiap rambut memiliki warna dasar dengan tiga atau empat pita berwarna gelap, rambut adalah warna lebih terang pada akar, dan gelap "ticking" warna di ujungnya. Abyssinians sangat aktif, sibuk dan lucu, dan mereka mencintai orang.

5. Ragdoll cat


The Ragdoll adalah salah satu ras kucing piaraan terbesar dengan tubuh kokoh, bingkai kaki besar dan proporsional. Kucing ini berkembang biak dengan mata biru dan mantel colorpoint yang berbeda. Ini adalah kucing semi-seniman besar dan berotot dengan bulu yang lembut dan halus. Dikembangkan oleh peternak kontroversial Amerika Ann Baker, yang terbaik adalah dikenal temperamen yang jinak dan tenang dan sifat kasih sayang. Nama "Ragdoll" berasal dari kecenderungan individu dari saham pemuliaan asli lemas dan santai jika diangkat. Mereka sangat lembut, santai dan penuh kasih sayang. Mereka yang sempurna untuk rumah tangga apapun. Mereka begitu jinak yang dapat berbahaya bagi mereka yaitu untuk pergi keluar rumah karena mereka tidak akan mempertahankan diri jika mereka menyerang hewan lain.

6. The Exotic Cat


The Exotic Shorthair memiliki kepribadian mengingatkan lembut dan tenang dari Persia, tetapi lebih hidup dari nenek moyang berambut panjang itu. Ingin tahu dan suka bermain, kucing ini ramah terhadap kucing dan anjing lainnya. mereka jarang mengeluarkan suara meows. Mereka Tidak suka ditinggalkan sendirian, dan kebutuhan kehadiran pemiliknya
(atau suara atau bau yang mengingatkan pada master-seperti radio terus). Mereka cenderung untuk menunjukkan kasih sayang lebih dan loyalitas dari breeds paling dan membuat putaran kucing yang sangat baik. sifat mereka tenang dan stabil membuat mereka kucing apartemen ideal untuk penduduk kota. Meskipun demikian, Exotics mempertahankan beberapa percikan energik dari nenek moyang mereka Shorthair Amerika dan mereka sering mampu pemburu tikus.

7. Savannah Cat


Savana dianggap salah satu ras yang lebih besar dari kucing peliharaan. Padang rumput tinggi dan ramping membangun memberikan tampilan ukuran lebih besar dari berat aktual mereka. kucing ini merupakan perkimpoian silang antara serval dan kucing domestik. Savana umumnya dibandingkan dengan anjing dalam kesetiaan mereka, dan mereka akan mengikuti pemilik mereka di sekitar rumah seperti anjing seorang. Mereka juga dapat dilatih untuk berjalan di atas tali, dan bahkan menjemput. Savana dilaporkan sebagai sangat sosial dan ramah dengan orang-orang baru, dan kucing lainnya dan anjing, sementara yang lain dapat menjalankan dan bersembunyi atau kembali ke mendesis dan menggeram ketika melihat orang asing. Paparan terhadap orang lain dan hewan peliharaan yang paling mungkin faktor kunci dalam sosialisasi sebagai kucing Savannah tumbuh. Savana tidak memiliki masalah temperamen yang akan dikaitkan dengan dasar kucing lebih pemalu dan / atau agresif hybrid. Savana yang sangat ingin tahu, dan telah dikenal masuk ke dalam segala macam hal. Mereka sering belajar bagaimana untuk membuka pintu dan lemari, Savannah merupakan kucing yang tidak takut dengan air banyak orang akan memutar atau bahkan membenamkan diri dalam air. Beberapa pemilik bahkan mandi dengan kucing mereka Savannah.





source
 

Agar Daging Panggang Tetap Lembut dan "Juicy"

Jangan memotong daging saat masih panas.
Bingung memilih menu untuk berbuka puasa? Sesekali, coba buat daging panggang. Tidak sulit membuat daging panggang, karena Anda hanya perlu membuat merendam potongan besar daging sapi dalam bumbu (marinate) selama beberapa jam. Kemudian daging ini hanya tinggal dipanggang bersama saus rendaman dan beberapa potong sayuran aromatik seperti wortel, seledri, dan lain-lain, untuk menambah rasa.


"Aroma dan jus dari sayuran ini akan meresap ke dalam daging sapi dan memperkuat rasanya," kata Chef Vindex Tengker, saat demo masak di The Food Hall, Plaza Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Saat akan disajikan, barulah daging dipotong-potong dan disantap bersama saus yang lezat. "Namun biasanya, daging ini akan dipotong dan disantap sesaat setelah matang. Itu sebabnya daging terasa kering dan tidak lembut," jelasnya. Untuk menghindari hal ini, Vindex menyarankan untuk tidak langsung mengiris daging saat daging baru saja matang.


Untuk menghasilkan tekstur daging yang sempurna, yaitu daging yang empuk dan juicy di bagian dalam namun garing di luar, sebaiknya tunggu sampai daging agak sedikit dingin. Pemotongan daging dalam kondisi panas (baru matang) akan membuat jusnya mudah keluar saat dipotong, dan membuat daging menjadi kering dan kurang sedap.






 

3 Cara Berpikir Orang Sukses

Ingin menjadi orang sukses? Mulai berpikir seperti orang sukses.
Semua ingin sekali menjadi orang yang sukses. Sebenarnya apa sih yang dibutuhkan agar sukses? Ternyata menurut Nathalia Sunaidi, seorang Hypnotherapist dan guru Hypnotheraphy di Nathalia Institute, orang yang sukses itu punya cara pikir dan respon yang beda terhadap situasi.


"Rumusnya mudah, events plus responses sama dengan outcomes. Intinya respon Anda menentukan hasil nantinya," jelas Nathalia dalam sesi Dove Secret Strength Camp, Hotel Padma, Bandung, Jawa Barat, Jum'at (13/7/2012), lalu. Ada tiga respon yang bisa Anda kendalikan dalam hidup Anda. Mulailah mengendalikan pikiran Anda, Image tentang Anda yang ada di kepala Anda, terkahir kata-kata yang Anda katakan.


Bisa saja orang mengatakan jika Anda tidak becus melakukan pekerjaan Anda. Bahwa Anda bodoh, bahwa anak TK juga bisa melakukan pekerjaan Anda dengan lebih baik. Tetapi respon Anda terhadap kritik itu yang menentukan hasilnya. Bila respon Anda malah jadi malas bekerja dan rendah diri, maka pekerjaannya makin jauh dari hasil yang diharapkan.


Nathalia memberi contoh sebuah kisah sukses penyanyi Elvis Presley, "Jika Elvis saat audisi mendengarkan produser saat itu yang mengatakan bahwa dia harus melupakan mimpinya menjadi penyanyi dan tetap menjadi supir truk. Saat ini dunia tak akan mengenal Elvis Presley," ceritanya memberi semangat.


"Bila Anda bisa merubah semua itu maka Anda akan menghasilkan performa yang luar biasa seperti yang Anda inginkan," saran Nathalia. Lebih Lanjut Nathalia menjelaskan cara melakukan perubahan tiga respon tersebut. "Caranya mulailah menggunakan self talk para orang sukses."


1. Hilangkan kata negatif
Cobalah untuk selalu menggunakan kalimat positif. Buang kalimat yang menggunakan kata jangan. Misal "Jangan malas bikin laporan."  atau "Jangan nonton TV sampai larut malam." Sebagai gantinya. "Saya akan menyelesaikan laporan ini." atau "Saya akan nonton satu jam lalu tidur."


2. Buat deklarasi positif
"Banyak sekali dari kita yang mengeluarkan pernyataan yang tanpa sadar menjadi sugesti dan kenyataan dalam hidup kita, contohnya, saya tak akan mendapatkan lelaki yang saya inginkan atau saya tidak mampu membeli barang mahal. Nah, kejadian deh." Nathalia memberi contoh. Mulai sekarang, selalu bikin deklarasi positif seperti "Saya selalu beruntung." "Semua bisnis yang saya jalani menguntungkan."


3. Naikkan level vibrasi Anda
"Jika Anda mengatakan hal negatif pada self talk Anda, maka Anda sedang menurunkan level vibrasi Anda,"kata Nathalia. Mulailah mengatakan pada diri Anda hal-hal yang positif saja seperti: "Saya memutuskan untuk mendapatkan pasangan yang baik." atau "Saya sedang dalam proses menjadi sukses."



 

Jika Dimusuhi Orang Sekantor

Satu hal yang perlu diketahui, orang-orang yang tidak suka pada kita, atau yang membuat hidup kita tidak menyenangkan di kantor sebetulnya guru yang akan membantu kita dalam memperbaiki sikap kerja.
 
Siapa pun pasti tidak mau jadi orang yang dimusuhi atau dibenci. Jika saat ini kita berada dalam posisi itu, pasti ada penyebabnya. Untuk mengetahui penyebabnya, salah satu langkah yang harus dilakukan adalah Introspeksi diri.

Sayangnya, ketimbang introspeksi diri, banyak orang yang justru sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. Contohnya saja, saat di kantor terjadi sesuatu yang tidak sesuai target dan harapan, orang cenderung langsung menuding orang lain. Misalnya mengatakan, "Dia sih enggak begini, jadi hasilnya begitu, deh." Orang lupa bahwa dirinya pun punya andil dalam kegagalan yang terjadi.

Begitu juga jika saat ini kita sedang tidak disukai atau dijauhi teman kerja. Menyalahkan orang lain tentu gampang. Tapi apakah itu akan membawa perbaikan? Tentu tidak. Karena itu, stop menyalahkan orang lain atas situasi yang terjadi. Kini saatnya untuk melihat ke dalam diri sendiri, menelaah perilaku sekaligus sikap kerja selama ini.

Mengubah kepribadian bukan berarti lemah, lho. Tidak berarti pula kita pribadi tak berharga. Sama sekali bukan. Perubahan itu justru menunjukkan kemampuan untuk memperbaiki diri. Kalau kita bisa dan mau memperbaiki diri, pasti akan terbuka peluang lebih besar untuk sukses di dalam karier. Bahkan bukan hanya di karier, tapi juga dalam kehidupan sehairi-hari.

Stop berusaha terlalu keras
Banyak faktor yang bisa membuat kita tidak disukai. Contohnya, ada orang yang pada dasarnya memang sulit dibuat senang. Sebaik apa pun perlakuan kita, dia tidak membalasnya. Bahkan, perlakuannya pada kita lebih buruk lagi. Ini tentu menyakitkan hati. Kita tersenyum manis, mereka malah melengos. Apa yang kita lakukan selalu salah. Kita sudah bersusah payah menggunakan tutor bahasa yang lembut, orang lain malah selalu memakai nada-nada tinggi saat berbicara.

Dalam kondisi seperti ini, sebenarnya wajar saja kalau kita kemudian menganggap orang-orang itulah yang bermasalah di kantor. Orang-orang itulah yang berperilaku buruk. Bisa jadi anggapan itu benar. Tapi masalahnya di sini bukan perilaku orang lain, tapi perilaku kita. Yang perlu dipertanyakan adalah apa yang bisa kita lakukan dengan perilaku diri sendiri?

Jawabannya: berhentilah berusaha begitu keras menyenangkan orang lain. Berhenti berusaha menyenangkan orang lain bukan berarti jadi bersikap menyebalkan, lho. Lebih baik bersikap tidak peduli. Dengan catatan, tetap pelihara sikap profesional dan tidak mengorbankan pekerjaan.  

Mundur sejenak
Ingat, kalau mampu mengambil jarak dari objek tertentu, kita malah bisa melihat objek tersebut secara lebih menyeluruh, dengan tampilan gambar yang lebih jelas dan jernih. Begitu juga dengan situasi di kantor yang tidak kondusif saat ini. Tanyakan pada diri sendiri apakah selama ini Anda tulus dengan kata-kata dan tindakan Anda? Bisakah orang lain merasakan ketulusan Anda? Apakah Anda melakukan hal-hal menyenangkan tanpa mengharapkan imbalan apa pun dari orang Ian?

Satu hal yang perlu diketahui, orang-orang yang tidak suka pada kita, atau yang membuat hidup kita tidak menyenangkan di kantor sebetulnya guru yang akan membantu kita dalam memperbaiki sikap kerja. Secara tidak langsung, sebenarnya mereka mengajarkan pada kita bagaimana caranya introspeksi diri.

Sayangnya, kita mungkin sudah terburu-buru menyimpulkan tak ada yang salah dengan diri sendiri. Orang lainlah yang salah. Kalau pun memang demikian, bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan. Cobalah mundur sejenak supaya kita bisa benar-benar jujur meneropong diri sendiri. Analisislah hal-hal yang telah kita lakukan dan katakan selama ini. Dengan melakukan introspeksi, kemungkinan besar Anda akan menemukan hal-hal yang bisa diperbaiki, baik itu berhubungan dengan sikap, kemampuan, pemikiran, dan lain-lain.

Dari instropeksi yang dilakukan itu, sikap kerja kita di kantor pun bisa berubah ke arah yang lebih baik lagi. Perlahan tapi pasti, orang-orang yang tidak suka pada kita akan mengubah sikapnya, dan memperlakukan kita dengan lebih baik.

Tentu saja, masalah-masalah yang terkait sikap kerja bukan hal mudah untuk dipecahkan, meski bukan pula hal yang mustahil. Dalam banyak kesempatan akan jauh lebih balk bila kita mulai membenahi diri sendiri. Ingat-ingatlah saat pertama kali memasuki kantor baru dengan perasaan gamang. Anda pasti akan dibayang-bayangi pikiran, "Duh, gimana saya bisa melewati semua ini?" Nyatanya toh dengan menunjukkan sikap yang tepat dan bimbingan banyak orang, semua bisa berjalan dengan baik.

Jadi ingatlah, kalau bisa membawa diri secara benar, memutuskan untuk segera memperbaiki diri dan bukan hanya menunggu situasi yang berubah, perlahan tapi pasti, suasana kerja akan jadi lebih menyenangkan.





 

Mengelola Karyawan sebagai Partner

Atasan sebenarnya bukan sekadar mengelola kinerja karyawan, tetapi juga mengelola intangible asset perusahaan.
Dalam sebuah diskusi seru untuk merumuskan profil ideal seorang pimpinan cabang, mengemuka isu betapa para pimpinan unit kerja yang dinilai kurang berhasil terasa sekali kurang memiliki greget dalam pengembangan individu dalam timnya. Sibuknya kegiatan operasional menjadi alasan para atasan tidak “menyentuh” anak buahnya. Hubungan atasan-bawahan terasa berjarak, unit kerja pun seolah berat untuk “bergerak”. Padahal tuntutan produktivitas dan kebutuhan ekspansi mengharapkan kita untuk “lari”, bukan jalan di tempat.
Kita bisa melihat betapa isu produktivitas saat ini tidak sekadar pada pemenuhan jumlah sumber daya manusia dan pemenuhan kompetensinya, namun lebih pada motivasinya, hatinya, dan engagement-nya. Banyak atasan mengeluhkan alotnya mengembangkan anak buah. Banyak yang menyalahkan “generation gap”, seolah "anak sekarang" tidak punya kemampuan mendengar, tidak tahu sopan santun, dan “tidak seperti kita-kita dulu”.
Hal yang lebih telak adalah menyalahkan divisi sumber daya manusia, yang dinilai salah seleksi, "kurang training", ataupun tidak jeli dalam memainkan paket remunerasi.

Di sisi lain, karyawan pun sering merasa tidak berkembang. Betapa sering karyawan merasa bahwa perusahaan hanya bersikap sebagai "debt collector", yaitu menagih produktivitas, tanpa memikirkan karier yang ditempuh karyawan. Lama-kelamaan, isu perkembangan karier individu akhirnya menjadi “bola panas”, dan ujungnya berdampak pada perkembangan bisnis perusahaan juga. Jadi, siapa yang bertanggung jawab terhadap pengembangan karier individu di perusahaan? Atasan, divisi sumber daya manusia, atau orangnya sendiri?

It takes two to tango
Tidak bisa dielakkan, bahwa di tempat kerja, setiap orang selalu mempunyai atasan. Bila kita analogikan dengan lantai dansa, maka atasan adalah partner kita dalam berdansa. Bersama-sama, pasangan dansa ini bisa berhasil ataupun gagal. Atasan jelas dituntut untuk memainkan peran sebagai pembimbing, sementara bawahan diharapkan untuk mem-follow.
Seperti halnya di lantai dansa, ada atasan yang tak pandai membimbing, memberi kode, memperbaiki, dan mencari peluang. Namun, ada atasan yang bisa membuat dansa pasangan menjadi mulus dan menarik. Lalu, bagaimana dengan peran, perasaan, dan nasib bawahan yang dibimbing?
Dalam “Tango”, tarian asal Argentina yang sering dianggap paling sulit, dikatakan bahwa pertama-tama pasangan dansa haruslah "wired", berhubungan secara hati ke hati secara unik dan harus saling mengerti. Sekali waktu pasangan Tango terlihat menarik ulur, lain waktu menyentak, namun selalu menjaga bonding yang kuat. Meski berpasangan, gerak dan manuvernya bersikap individual. Hal yang bertaut hanyalah perasaan satu sama lain. Perasaan yang perlu dikembangkan adalah rasa percaya yang kuat dan keinginan untuk melengkapi pasangan kita.

Seperti halnya dalam Tango, di tempat kerja pun atasan maupun bawahan, perlu berkinerja utuh, seoptimal dan seekspresif mungkin, tanpa ketergantungan. Namun, ia sekaligus sadar bahwa ia tidak sendirian. Sebagaimana kodrat kemanusiaan kita, kita memang ditakdirkan untuk berpasangan, di mana masing-masing harus memahami perannya, perlu sama-sama aktif berprestasi, sambil tidak alpa memikirkan partner kita.
Kita juga perlu selalu ingat bahwa setiap individu mempunyai gaya kerja, ketrampilan, kebutuhan, dan talentanya sendiri. Dalam berpasangan, kita pun perlu sadar bahwa masing-masing memegang kumpulan nilai, keseimbangan, dan kebutuhannya. Penghayatan yang kuat terhadap individualisme pasangan kita adalah kekuatan Tango.

Peran sponsor: bekerja dalam agenda orang lain
Mengelola manusia atau "bekerja melalui kinerja orang lain" bisa dipandang sebagai pekerjaan yang sulit bila kita tidak mengimplementasikan prinsip Tango tadi. Hal yang juga perlu diingat oleh para atasan adalah bahwa ia sebenarnya bukan sekadar mengelola kinerja, tetapi juga mengelola intangible asset perusahaan.
Ketrampilan dan talenta yang ada di dalam pribadi individu perlu “ditarik” dan dikelola sehingga dapat menjadi proses dan aset perusahaan. Ini hanya bisa terjadi kalau para pengelola manusia menyadari bahwa chemistry lah yang perlu diupayakan. Kita bisa merekrut orang pintar. Kita pun bisa mengirim karyawan ke tempat pelatihan yang hebat. Namun di tempat kerja, kita perlu berpikir keras agar karyawan mampu mengambil peran dalam orkestra perusahaan dan merasakan happiness dalam berkontribusi.

Dalam menjalankan peran sebagai atasan, akan sangat baik bila kita mengambil posisi sebagai sponsor bawahan. Individu adalah pelaku dan pengambil risiko dalam pelaksanaan proyeknya. Sementara, kita menguasai business case-nya, dan bertanggung jawab terhadap ketuntasan dan profitibilitas pekerjaan. Kita sebagai atasan lah yang tidak boleh kehilangan “sense of rhythm”-nya, dan menjaga agar semua yang ikut serta dalam “orkestra” berada dalam irama yang tepat dan memainkan perannya secara all out.
Agar efektif, seseorang yang berperan sebagai sponsor perlu senantiasa menjaga kredibilitas yang tinggi, menunjukkan manajemen pribadi yang disiplin, dan selalu pengupayakan dua prinsip: governance dan support penuh. Peran sponsor inipun perlu diadaptasi oleh divisi sumber daya manusia di perusahaan.


(Eileen Rachman/Sylvina Savitri, EXPERD Consultant)





 
 
Support : created by | Barangit.COM | design tercela
Copyright © 2011. TERCELA - All Rights Reserved
Template di otak atik by tercela Published by design otak atik tercela
Proudly powered by Blogger