Latest Post

Makanan untuk Membuat Emosi Lebih Tenang


Jika Anda sering merasa mudah marah, di kantor atau di tempat lain, cobalah mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki efek menenangkan.

Fokuslah pada makanan yang menjadi pilihan para vegetarian, yakni makanan nabati. Pilih buah-buahan yang berwarna terang, seperti jeruk, kiwi, blueberry, ataupun sayuran berdaun hijau, terutama bayam.

Sementara itu, untuk camilan, pilihlah yang bisa meningkatkan energi (kacang almond), biji-bijian yang kaya magnesium untuk menurunkan tekanan darah, serta alpukat yang kaya akan asam lemak omega-3.

Makanan tersebut tidak hanya akan membantu menyeimbangkan mood, tetapi juga mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Penelitian juga menunjukkan, mengonsumsi makanan sehat tersebut bisa mengurangi porsi makan secara keseluruhan sehingga bukan hanya lebih sehat, melainkan juga berat badan ikut berkurang.

Anda juga sebaiknya mengurangi asupan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan juga minuman berenergi. Kafein bisa membuat situasi stres yang Anda alami terasa lebih berat. Jika Anda sebelumnya sudah terbiasa mengonsumsi kafein, kurangilah secara bertahap. Mengurangi secara drastis akan membuat Anda lebih mudah terkena sakit kepala dan sulit berkonsenstrasi.

Selain lewat makanan, kondisi emosi yang gampang naik turun juga bisa diseimbangkan dengan melakukan teknik relaksasi. Yang paling utama adalah mengatur napas saat Anda merasa akan marah. Jangan lupa untuk memiliki waktu tidur yang cukup minimal 7 jam setiap malam.
 

Pemimpin juga Manusia, Boleh “Nakal” Asal...


Seorang pemimpin sepatutnya menjadi panutan tim kerja dan kolega. Namun, pempimpin juga manusia, ada kalanya ingin santai dan menikmati makan siang lebih lama di tengah minggu kerja.
 
Memang benar, ketika Anda sudah berada di posisi pemimpin, berarti memiliki kewajiban untuk memberikan contoh yang baik dan terpuji. Semakin tinggi jabatan dalam puncak piramida organisasi, semakin gerak gerik Anda menjadi perhatian orang. Kesalahan dan kekhilafan lebih mudah terlihat dan menjadi sasaran empuk untuk dijadikan bahan pembicaraan, baik secara terang-terangan atau dibelakang punggung kita.
Maka dari itu,  jika ingin “nakal” di kantor, diperlukan strategi cantik dan cerdas. Intinya, sesekali nakal boleh saja, tetapi Anda harus bisa mengendalikan perilaku tersebut supaya jangan menjadi kebiasaan. Sebab, itulah awal dari kehancuran karier banyak orang sukses di dunia.

Aturan “nakal” 1
Di berbagai jenis pekerjaan, pasti ada masa supersibuk dan masa penurunan beban kerja. Bagi tim keuangan, periode hectic terjadi pada akhir bulan atau masa tutup buku menjelang akhir tahun yang memerlukan fokus dan ekstra energi. Keteladanan kita sebagi pimpinan atau manajer, jelas jadi ujian saat menghadapi masa-masa genting. Bila sukses melewatinya, sah-sah saja kalau ingin rileks dan kerja lebih santai, misalnya datang agak siang ke kantor atau pulang lebih awal dari biasanya.

Aturan “nakal” 2
Meski satu tim, pekerjaan Anda sebenarnya tidak selalu membutuhkan tatap muka dengan anak buah atau rekan kerja lainnya secara intensif. Di kantor yang menganut fleksibilitas waktu kerja, karyawan diperbolehkan untuk mengerjakan pekerjaan dari manapun, asalkan output pekerjaannya selesai tepat waktu. Sebagai pimpinan, yang paling penting bila sedang berhalangan hadir secara fisik, usahakan agar tetap bisa dihubungi, setidaknya lewat telpon, chat, SMS, atau surel (surat elektronik).

Aturan “nakal” 3
Membatalalkan atau menjadwal ulang janji meeting dengan tim internal masih bisa ditolerir. Namun, membatalkan janji meeting yang disepakati dengan klien adalah “dosa besar”, ini namanya Anda menciptakan masalah yang sebenarnya tidak perlu. Anda tentu tidak ingin anggota tim menelantarkan atau mengorbankan hubungan baik dengan klien. Bahkan, bila kondisi sakit sekalipun, sebagai pempimpin Anda tetap harus memastikan bahwa kebutuhan klien tidak terabaikan.

Aturan “nakal” 4
Saat ingin mencuri waktu “me time” dengan pulang lebih awal, jangan sampai tindakan tersebut jadi  merugikan orang lain, misalnya membuat anggota tim yang sudah punya rencana kerja lain jadi harus melakukan pekerjaan dobel karena mengambil alih tugas Anda.

Aturan “Nakal” 5
Pernah mendengar kutipan honesty is the best policy? Lebih baik sampaikan secara jujur pada anggota tim bahwa Anda tidak bisa hadir ke kantor untuk urusan pribadi, daripada mencari-cari alasan atau mengada-ada pergi ke klien, tapi kemudian ketahuan berbohong.
 

Minum Pakai Sedotan Bikin Wajah Cepat Keriput?


Selama ini minum minuman dingin dengan menggunakan sedotan dinilai lebih sopan dibanding diseruput langsung dengan mulut. Namun, yakin masih mau minum pakai sedotan kalau akibat tak langsungnya bisa membuat kulit Anda jadi keriput?

Dr Debra Jaliman, Dermatolog sekaligus penulis buku Skin Rules: Trade Secrets from a Top New York Dermatologist mengatakan bahwa rutin memakai sedotan akan mengakibatkan kulit di daerah sekitar mulut akan lebih cepat berkerut. Apa sebabnya?

Ketika menggunakan sedotan, secara otomatis area sekitar mulut akan sering mengerut agar air bisa tersedot ke dalam mulut. Yang mengkhawatirkan adalah frekuensi dan lamanya hal ini dilakukan. Anda berkali-kali mengerucutkan mulut untuk menikmati minuman ini sampai tetes terakhir.

"Setiap jenis gerakan otot yang berulang-ulang dan lama akan menyebabkan garis kerutan permanen di kulit atau keriput. Sama seperti garis senyum karena senyum setiap hari, atau garis kerutan di dahi karena sering mengerenyitkan dahi," katanya.

Lalu apa yang harus dilakukan? Debra menyarankan untuk mengurangi kebiasaan buruk yang berpotensi mengakibatkan keriput, salah satunya mengurangi pemakaian sedotan. Jika ingin meminimalkan tanda-tanda penuaan, maka mengurangi kebiasaan buruk ini harus dilakukan sejak dini.

"Mulailah perawatan di usia 20-an. Karena pada usia ini, orang-orang berpikir kalau mereka tidak akan mengalami masalah antara kulit dan usia. Tetapi ini adalah saatnya Anda benar-benar perlu untuk mengembangkan kebiasaan baik karena kebiasaan hidup Anda yang dijaga sejak muda akan bertahan seumur hidup Anda," katanya.
 

Pasangan Lebih Utamakan "Gadget" ketimbang Seks? Ini Solusinya


Hubungan seksual yang hangat dengan pasangan bisa menjadi faktor kebahagiaan suami istri. Namun, banyak hal yang bisa mengganggu hubungan intim tersebut, salah satunya adalah kehadiran gadget di ranjang.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Durex Inggris pada tahun 2014 terhadap 2.000 responden laki-laki dan perempuan berusia 18-55 tahun, 40 persen responden mengatakan bahwa perangkat teknologi mereka seperti ponsel memiliki dampak negatif dalam hubungan intim.

Setidaknya, sekitar sembilan persen responden mengaku selalu meletakkan ponsel sangat dekat dengan mereka, termasuk saat berhubungan intim. Bahkan, 12 persen responden mengaku pernah menjawab telepon saat sedang berhubungan intim.

Kalau sudah seperti ini, bisa-bisa Anda tidak akan mood lagi untuk bercinta. "Kalau kondisi ini terus terjadi, itu akan sangat memengaruhi kualitas hubungan suami istri. Bukan hanya hubungan intim, melainkan juga komunikasi antar-pasangan," kata Zoya Amirin, psikolog seksual, saat peluncuran kampanye Durex #TurnOffTurnOn di fX Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (27/3/2014) lalu.

Ia menambahkan, jika pasangan tak pandai mengontrol dan membagi waktu, penggunaan gadget bisa menjadi sesuatu yang adiktif. Adiktif dengan gadget ini juga bisa membahayakan keharmonisan komunikasi karena menghilangkan interaksi sosial dan fisik antar-pasangan.

"Kalau semua ini terjadi, jangan buru-buru menyalahkan pasangan Anda. Introspeksi diri dulu, dan berbuatlah sesuatu untuk memperbaikinya," sarannya.

Untuk memperbaiki kondisi hubungan yang kurang menyenangkan akibat kecanduan gadget, Zoya memberikan beberapa cara untuk membantu mengatasi hal ini.

1. Buat batasan yang tegas dan konsisten terhadap pemakaian gadget bagi Anda dan pasangan.

2. Perbanyak aktivitas berdua yang bersentuhan langsung dengan alam, misalnya, jalan pagi berdua, duduk ngobrol di teras rumah, memandang bulan berdua. "Cara ini akan membantu Anda dan pasangan untuk bisa mengatasi masalah komunikasi dan memperkuat hubungan antara pasangan," katanya.

3. Kembalikan segala sesuatu yang tadinya menyenangkan, mengasyikkan, dan memuaskan secara virtual menjadi nyata dapat dinikmati secara konkret. Salah satunya ialah pelukan mesra, wangi tubuh pasangan, sentuhan erotis, kedipan mata menggoda, tawa bahagia, berciuman penuh gairah, dan bercinta sampai puas.

4. Buka percakapan yang menyenangkan saat malam hari dengan pasangan. "Cari topik yang menyenangkan seperti waktu pacaran dulu. Hindari obrolan tentang tagihan, gosip teman-teman, dan juga percakapan tentang anak. Alihkan dengan topik yang bisa membuat pasangan Anda jadi terangsang," ujar Zoya.
 

Selingkuh Hati Lebih Bikin Wanita Sakit Hati


Memang sangat menyakitkan jika pasangan berselingkuh   dengan wanita lain. Menyadari orang yang sangat Anda cintai ternyata mencintai wanita lain, pasti tak terbayangkan rasanya. Rasa sakit hati tentu bisa menghancurkan komitmen yang telah Anda bangun bersama.

Bahkan, berdasarkan studi dari Kansas State University terhadap 477 orang dewasa, terungkap bahwa sebagian besar perempuan lebih rela jika pasangannya melakukan hubungan seksual dengan wanita lain, ketimbang memiliki perasaan cinta dengan wanita tersebut. Dalam hal ini, hubungan seksual dipandang sekadar sebagai hubungan fisik, bukan hubungan emosional.

Sebanyak dua pertiga dari perempuan yang disurvei mengatakan, menyadari pasangan selingkuh hati dengan wanita lain lebih menyakitkan daripada jika pasangan berhubungan seks dengan wanita tersebut. Sebaliknya, dua pertiga laki-laki tidak bisa menerima jika pasangannya berada di tempat tidur dengan pria lain, ketimbang jika "hanya" mencintai pria tersebut.

“Para pria menyatakan bahwa skenario perselingkuhan yang melibatkan aktivitas seksual lebih menyedihkan daripada perselingkuhan yang melibatkan emosi, namun bagi perempuan yang terjadi adalah sebaliknya,” ujar Dr Gary Brase dari Kansas State University, yang menuliskan penelitian tersebut ke dalam jurnal Evolutionary Psychology .

Dalam jurnalnya, Dr Brase menuliskan perbedaan pandangan mengenai ketidaksetiaan didasari oleh sifat alami dan sifat pola asuh yang berbeda. Pria memiliki masalah ketidakpastian mengenai sosok ayah. Mereka tidak pernah bisa benar-benar yakin bahwa bayi membawa gen mereka. Hal inilah yang membuat priasangat sensitif terhadap perselingkuhan seksual daripada perselingkuhan emosional .

Di sisi lain, perempuan menghadapi perbedaan masalah dan memastikan bahwa pola paternal atau sikap sang ayah akan mempengaruhi anak mereka. Hal ini membuat perempuan sensitif terhadap perselingkuhan emosional .

Baik perselingkuhan seksual atau perselingkuhan  emosional , keduanya sama-sama menyakitkan. Sebaiknya Anda menghindarinya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dan komitmen yang dibangun bersama.
 
 
Support : created by | Barangit.COM | design tercela
Copyright © 2011. TERCELA - All Rights Reserved
Template di otak atik by tercela Published by design otak atik tercela
Proudly powered by Blogger