.

Latest Post

Dilarang Iri Pada Kesuksesan Karier Orang Lain


Pekerjaan orang lain, entah sahabat, kakak atau adik, memungkinkannya untuk sering berpergian ke luar kota atau ke luar negeri. Lalu, posisinya sebagai atasan dinilai mampu menginspirasi dan mendukung karier anggota timnya. Melihat kondisi ini, Anda pun dilanda perasaan jengkel dan iri hati.
 
Seperti yang disampaikan oleh Dr. Arthur Cassidy dari British Psychology Society, banyak orang ‘tertipu’ dengan apa yang terlihat oleh mata. Padahal, bisa saja yang Anda lihat itu hanyalah episode yang bagus-bagusnya saja. Akhirnya, dalam hati tumbuh rasa iri melihat teman yang sangat menikmati pekerjaannya. Kemudian,  Anda pun mulai membandingkan diri sendiri.

Memikirkan kesuksesan orang lain, dapat menyurutkan energi dan semangat diri sendiri. Sebaiknya, mulailah untuk memberikan apresiasi dengan melatih membangun perasaan positif, baik terhadap teman, terutama pada diri sendiri. Apabila pekerjaan teman merupakan pekerjaan yang Anda impikan, tidak ada salahnya mencoba lagi atau belajardari pengalamannya. Setidaknya, ada sisi baik atau strategi yang bisa diserap dari kesuksesannya.

Menurut Dr. Yvonne Thomas, psikolog dari Los Angeles, kadang yang membuat Anda iri itu bukan pekerjaannya, tapi hal pendukung lain dari pekerjaaan tersebut. Seperti misalnya, sering berpergian ke luar negeri, bonus bernilai tinggi dan sebagainya.
Lebih baik arahkan fokus Anda pada potensi diri sendiri dan dengan apa yang tengah kita kerjakan. Sehingga, saat bos ngamuk sekalipun, Anda bisa menanggapinya sebagai ‘angin lalu’ yang memompa rasa percaya diri, bukan malah menjadikan Anda semakin kecil hati dan patah semangat.
 

Kecanduan Ponsel Bikin Tampang Anda Jelek!


Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh perusahaan teknologi nirkabel, Qualcomm pada Juni lalu, sekitar 29 persen masyarakat mengalami kecanduan teknologi, khususnya ponsel. Bahkan, survei ini juga mengungkapkan bahwa ponsel adalah hal pertama dan terakhir yang dilihat setiap harinya, waktu bangun pagi dan sebelum tidur malam.

Padahal yang kita lakukan setiap hari terhadap ponsel sama saja, mulai mengirim sms, foto-foto, atau mengakses internet dan cek media sosial. Kalau Anda termasuk golongan
orang yang seperti ini, hati-hati jika lama-kelamaan tampang Anda jadi jelek.

Menurut penelitian, sisi negatif ponsel bisa mengubah struktur dan tekstur kulit, dan ini sangat memengaruhi tampilan cantik Anda secara keseluruhan.

1. Lingkaran hitam di mata
Lewat sebuah penelitian di Wayne State University, Amerika, dan Karolinska Institute, Swedia, terungkap bahwa radiasi ponsel akan menyebabkan sakit kepala. Selain itu, radiasi ini juga akan mengganggu pola tidur Anda.

Studi lain di Swedia menemukan bahwa kebanyakan anak muda biasa beraktivitas dengan ponsel sekitar satu jam tanpa henti. Hal ini akan menyebabkan Anda mengalami masalah tidur, stres, dan depresi. Jika Anda kurang tidur berhari-hari, lingkaran hitam di bawah mata pasti akan muncul.

"Kurang tidur bisa menyebabkan meningkatnya kadar stres dan ini akan menyebabkan timbulnya lingkaran gelap dan kantung mata," ungkap dr Eric Schweiger, pemilik Clear Clinic di New York.

Solusinya adalah dengan mematikan ponsel sebelum Anda tidur. Jika memungkinkan, tinggalkan ponsel di meja yang jauh dari tempat tidur Anda. Namun, kalau ponsel benar-benar harus selalu ada di dekat Anda, kurangi tingkat pencahayaannya. Selain itu, pastikan untuk memegang ponsel setidaknya 35 cm dari wajah.

2. Keriput
Beberapa orang mungkin menyeting ukuran huruf di ponselnya dengan ukuran yang kecil. Akibatnya Anda selalu menyipitkan mata, dan ini yang menyebabkan dahi berkerut. Jika kerutan ini terjadi dalam frekuensi yang lama dan terus-menerus, maka kerutan ini akan menjadi keriput yang serius.

"Ketika mata menyipit, maka otot wajah juga akan berkerut. Sebenarnya bisa diatasi dengan botox, namun Anda tetap harus melatih ekspresi wajah untuk mencegah terjadinya ekspresi ini," saran Schweiger.

Kalau perawatan botox dirasa terlalu mahal, solusi paling mudah adalah mengubah ukuran huruf di ponsel jadi lebih besar. Dan, jangan lupa juga gunakan krim untuk mencegah keriput.

3. Kondisi kulit memburuk
Sebuah studi menunjukkan bahwa ponsel memiliki bakteri 18 kali lebih berbahaya dibanding pintu pegangan toilet umum. Bakteri berbahaya ini antara lain Staph, E.coli, dan Salmonella. Parahnya dalam satu hari, ponsel biasanya menempel di kulit wajah beberapa kali.

"Bakteri dan minyak yang ada di layar ponsel ini bisa berasal dari berbagai tempat, misalnya makanan, atau meja. Hal ini akan membuat bakteri mudah melompat ke wajah dan menyebabkan jerawat serta infeksi," jelasnya.

Solusinya, Schwiger menyarankan untuk selalu menggunakan lap mikrofiber untuk membersihkan sisa minyak di layar ponsel. Usahakan juga untuk melepaskan diri dari ponsel minimal sekali sehari.

4. Rahang kendur
Terus-menerus menatap ponsel ke bawah hanya untuk memeriksa e-mail, mengirim pesan, atau bermain game ternyata bisa membuat leher jadi kendur, keriput, atau menciptakan garis rahang. Untuk menghindari kondisi yang disebut leher kalkun (turkey neck) ini, Anda perlu melakukan operasi.

Namun, cara yang paling mudah untuk menghindari terjadinya hal ini adalah dengan memegang ponsel dan menatapnya di depan Anda. "Ini memang bisa meminimalisasi risiko terjadinya turkey neck. Selain itu, penggunaan perangkat hands-free juga akan membantu," jelasnya.

5. Mata merah
Menatap layar ponsel selama berjam-jam bisa menyebabkan mata jadi kering. Tak cuma itu, hal ini akan menyebabkan mata jadi merah. Mata yang merah disebabkan oleh pembuluh darah yang bengkak atau melebar. Kondisi ini bisa dihindari dengan cara beristirahat cukup dan tidak menatap layar ponsel terlalu lama.
 

Agar Dana Pensiun Lebih Terorganisasi


Agar masa pensiun lebih nyaman dan tenang, maka sebaiknya Anda sudah mempersiapkan dana pensiun sejak jauh-jauh hari. Michael B Rubin, seorang perencana keuangan bersertifikat dan akuntan publik bersertifikat di Portsmouth, New Hampshire, mengungkapkan beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengelola tabungan pensiun Anda.

1. Punya tabungan pensiun khusus
Idealnya, Anda harus memiliki satu rekening pensiun. Jika tabungan pensiun Anda berbeda dengan rekening gaji bulanan dari perusahaan, maka sebaiknya rencanakan beberapa persen bagian Anda untuk dipindahkan ke rekening pensiun.

Hal ini akan membantu Anda untuk memudahkan penyimpan uang agar lebih terorganisasi.

2. Alokasikan dengan baik
Tabungan di bank bukanlah satu-satunya cara untuk berinvestasi dan menabung. Rubin mengungkapkan, ada berbagai cara berinvestasi, misalnya lewat saham atau obligasi.

Yang paling penting, sebelum mengalokasikan uang pensiun Anda, ada baiknya Anda mengenali dan memahami prosedurnya dengan detail.

3. Jangan terlalu sering cek saldo
Karena tabungan atau investasi lainnya ditujukan untuk keuangan masa depan, maka selagi belum waktunya, sebaiknya jangan diutak-atik. Tabungan dan investasi lainnya memang menawarkan keuntungan, tetapi ini tak berarti Anda bisa sering-sering cek saldo tabungan. Buatlah jadwal beberapa bulan sekali atau tahunan dalam kalender untuk menyeimbangkan jumlah uang di tabungan dengan tujuan Anda.

Tim Meisenheimer, seorang penasihat keuangan di Naperville, Illinois, mengungkapkan bahwa mengabaikan saldo tabungan pensiun bisa menjadi hal yang baik. Hal ini akan menghindari dorongan untuk membongkar tabungan Anda untuk hal-hal yang tak seharusnya.
 

Makanan Pelawan Selulit



Anda mungkin sudah tahu seperti apa selulit pada kulit, yakni permukaan kulit yang tidak rata seperti kulit jeruk. Kondisi kulit yang bisa mengganggu penampilan ini sebenarnya adalah penumpukan sel-sel lemak pada jaringan kulit yang berlebihan.

Hampir 95 persen wanita memelihara selulit. Meski disebabkan oleh tumpukan lemak, tapi selulit bukan cuma masalah wanita yang mengalami kelebihan berat badan. Anda yang bertubuh langsing dan mungil pun bisa memiliki selulit. Ibu hamil juga paling rentan mengalami selulit.

Selulit menempati area tertentu yang cukup spesifik, seperti  lengan atas bagian dalam dan belakang, paha dalam atas dan belakang, punggung atas (di bawah bahu), punggung bawah, dan bokong.

Meski saat ini cukup banyak produk perawatan kulit yang ditujukan untuk menghilangkan selulit, namun sebenarnya kita juga bisa melawan selulit dari dalam. Menurunkan berat badan dan rutinlah mengonsumsi makanan berikut ini ternyata cukup efektif mengatasi selulit.

1. Salmon
Ikan ini kaya akan kandungan antioksidan yang bisa membantu memecah sel lemak di selulit. "Asam lemak omega-3 dalam salmon juga menurunkan selera makan dan inflamasi, memperbaiki dan menguatkan jaringan serat kulit," kata Lori L.Shemek, pakar nutrisi.

2. Biji bunga matahari
Menurut Rania Batayneh, penulis buku The One one One Diet, biji bungan matahari adala kacang yang baru karena kaya akan vitamin E, potasium, zinc, serta vitamin B6.
"Vitamin B6 membantu memetabolisme protein yang menguatkan dan memperbaiki jaringan penghubung. Selain itu vitamin ini menghilangkan kelebihan cairan yang membuat selulit lebih terlihat," katanya.

3. Cabai dan merica
Kandungan capcaisin dalam cabai bisa meningkatkan metabolisme sampai 25 persen, tiga jam setelah kita makan. Hal ini bisa membuat tubuh membakar kalori lebih efektif sehingga lemak pun berkurang. Makanan pedas juga akan melancarkan aliran darah, membuang toksin dan mengurangi deposit lemak di bawah permukaan kulit.

4. Buah berries berwarna gelap
Blackberries dan blueberries meningkatkan produksi kolagen, menciptakan jaringan kulit baru, serta meningkatkan tekstur dan tone kulit. Selain itu buah berries adalah sumber antioksidan yang akan memecah sel lemak.

5. Asam cuka apel
Kandungan potasium, magnesium, dan kalsium dalam asam cuka apel akan memperlancar pembuangan toksin dan retensi cairan di sekitar paha dan perut. Pengeluaran toksin dari tubuh juga akan membantu mengurangi hormon stres, mendetoksifikasi liver dan menyeimbangkan produksi estrogen, yang berakibat pada tersamarnya penampakan selulit.

6. Teh hijau
Bahan aktif Epigallocatechin gallate (EGCG) dalam teh hijau akan meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak. Hal ini akan menghentikan perluasan sel lemak penyebab selulit. Selain itu, sedikit kafein dalam teh bersama dengan EGCG juga akan membuang toksin dan mengurangi sel lemak di kulit.

7. Minyak zaitun
Minyak zaitun termasuk dalam sumber lemak sehat. Lemak jenis ini dibutuhkan tubuh untuk menormalkan fungsi tiroid, membakar lemak, dan sumber energi sel-sel penyusun di kulit.

8. Cokelat hitam
Kokoa secara alami mengandung antioksidan, yang akan memecah sel lemak di selulit dan meningkatkan fungsi seluruh sel, termasuk pembentuk sel kulit. Meski begitu pilihlah cokelat hitam murni, bukan cokelat yang sudah ditambahi gula.
 

Kemampuan Otak Turun karena Diet?



Sedang diet atau cenderung menghitung-hitung kalori yang masuk ke dalam tubuh? Kalau begitu Anda harus berhati-hati, karena diet ternyata tak cuma membuat Anda jadi lebih kurus, tapi juga bisa menjadi bodoh. 

Profesor Ekonomi Sendhil Mullainathan dari Harvard University mengungkapkan bahwa program diet dengan cara menghitung-hitung kalori yang masuk ini akan membuat otak menjadi buntu dan sulit fokus pada satu pekerjaan.

Misalnya suatu sore saat sedang rapat di kantor,  ada satu teman yang membawa kue dan diletakkan di meja rapat. Biasanya sembari rapat, ada beberapa orang yang mengambil kue dan memakannya.

Namun jika sedang diet, Anda pasti berpikir seribu kali untuk menyantap kue ini. Padahal seharusnya Anda memerhatikan pembicara rapat. Pada akhirnya, hanya setengah dari pikiran Anda yang ada di rapat dan setengahnya lagi memikirkan kue. "Boleh nggak ya makan satu?" "Berapa kalori kue ini?" "Kalau makan satu kue harus dibakar dengan olahraga apa?" dan lain-lainnya. Pikiran inilah yang akan membuat pikiran tegang dan akhirnya membuat sulit fokus.

Tak cuma dengan kue yang ada di depan mata, hal ini pun juga bisa terjadi dengan kue yang tidak terlihat. Dengan kata lain, Anda hanya berimajinasi dengan kue di otak Anda.

Psikolog mengungkapkan bahwa diet yang dilakukan membuat otak akhirnya membayangkan makanan-makanan nikmat yang tak boleh disantap selama diet, atau yang disebut dengan ngidam. Ngidam pada orang yang berdiet ternyata lebih sering dialami daripada orang yang tidak diet.

Banyak diet yang membutuhkan perhitungan konstan untuk menentukan jumlah kalori. Ini semua akan menyumbat otak Anda. Peneliti menemukan bahwa kebiasaan terlalu banyak menghitung kalori akan menimbulkan penyumbatan pada berbagai hal, misalnya tugas penalaran logis, spasial, pengendalian diri, pemecahan masalah, penyerapan dan penyimpanan informasi baru. Pada akhirnya, otak akan memiliki ritme untuk membatasi atau memperkecil bandwidth di otak.

Kita semua menggunakan bandwidth untuk membuat keputusan di tempat kerja, menahan keinginan untuk berteriak pada anak-anak kita ketika mereka mengganggu kita, atau bahkan untuk fokus pada percakapan selama makan malam atau dalam rapat. Dengan kata lain diet tidak hanya membuat Anda semakin lapar, tapi juga memengaruhi efek psikologis dan fisiologis secara bersamaan.

Semakin kecil bandwidth yang tercipta akibat perilaku menghitung-hitung kalori ini memiliki konsekuensi yang luas, termasuk dalam kesulitan menghapal dan menghitung. Hal ini diilustrasikan dalam studi yang menempatkan peserta diet di antara dua pilihan makanan yaitu salad buah dan kue. Sebelum memilih, peserta diminta untuk mengingat tujuh digit angka, dan setengah lainnya diminta untuk mengingat dua digit angka. Ternyata orang yang memilih menyantap kue daripada salad buah, 50 persen lebih mudah mengingat angka-angka.
 
 
Support : created by | Barangit.COM | design tercela
Copyright © 2011. TERCELA - All Rights Reserved
Template di otak atik by tercela Published by design otak atik tercela
Proudly powered by Blogger